
- Amien Rais mendapat kritik dari aktivis M. Hatta Taliwang yang menilai sikapnya plinplan terkait dukungannya untuk kembali ke UUD 1945 naskah asli.
- Hatta menegaskan bahwa perubahan UUD 2002 seharusnya tidak mengurangi visi awal Republik Indonesia dan mempertanyakan dampak dari pemilihan presiden langsung.
- Prihandoyo Kuswanto juga mengkritik Amien, menyebutnya menipu rakyat Indonesia dengan mengklaim UUD 2002 sebagai konstitusi yang sah.
Amien Rais baru-baru ini kembali menjadi perbincangan hangat seiring dengan kritik yang ditujukan kepada para pengusul kembalinya UUD 1945 naskah asli.
Kritik Terhadap Amien Rais
Menyimak pemberitaan dari gelora.co pada 2026-08-20, aktivis senior M. Hatta Taliwang menilai sikap Amien Rais semakin menunjukkan ketidakjelasan sebagai tokoh senior.
Hatta mengungkapkan, “Kalau benar (pernyataan itu) maka makin nyata sikap Amien Rais ini plinplan,” saat berbicara kepada RMOL di Jakarta pada 19 Agustus 2026.
Hatta juga menjelaskan bahwa Amien Rais sebelumnya pernah mendukung gerakan kembali ke UUD 1945 asli.
Contohnya, saat dirinya meminta maaf kepada Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno terkait amandemen UUD 1945.
Kemudian, Hatta menyebut bahwa Amien pernah menemui Ketua DPD (2019-2024) AA LaNyalla Mahmud Mattalitti pada 24 Juni 2024, ketika DPD gencar menyuarakan kembali ke UUD 1945 asli.
“Amien menyatakan keyakinannya bahwa Prabowo Subianto akan menyetujui gagasan tersebut,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa Amien mengusulkan Presiden kembali dipilih MPR, yang merupakan konsekuensi penting dari konstruksi UUD 1945 sebelum perubahan.
Tak hanya itu, Hatta menyatakan bahwa Amien kerap terlibat dalam forum yang mengusung kembali UUD 1945 asli.
“Menyangkut substansi yang disampaikan, Amien Rais sadar atau tidak bahwa UUD 45 sudah diganti dengan UUD 2002,” ia menambahkan.
Hatta juga menjelaskan bahwa perubahan ini seharusnya tidak mengurangi visi awal didirikannya Republik Indonesia.
“Dengan diturunkannya derajat MPR RI dari Lembaga Tertinggi Negara, menjadi Lembaga Tinggi Negara, menyebabkan tak ada kontrol terhadap Presiden dan lembaga tinggi Yudikatif, sadar gak Amien Rais atas dampaknya?” lanjut Hatta.
Ia juga mempertanyakan apakah Amien menyadari bahwa pilpres langsung yang diperkenalkan oleh UUD 2002 menyimpang dari Sila ke-4 Pancasila.
Hatta menutup pernyataannya dengan mengungkapkan segala kebusukan dan keburukan pilpres langsung yang merupakan praktik demokrasi liberal ala Indonesia.
Pernyataan Prihandoyo Kuswanto
Senada dengan Hatta, Ketua Pusat Studi Kajian Rumah Pancasila, Prihandoyo Kuswanto, menyatakan bahwa pernyataan Amien Rais sama saja maling teriak maling.
“Yang bilang ‘kembali ke UUD 45 setback’, padahal dia sendiri yang mencuri kedaulatan rakyat,” ungkap Prihandoyo.
Ia juga menegaskan bahwa rakyat tidak pernah memberi mandat kepada MPR 1999 di bawah Pak Amien Rais untuk mengubah UUD 1945.
Sebelum mengubah UUD 1945, MPR menghapus TAP MPR & UU tentang Referendum, “kenapa? Karena takut ditolak rakyat. Ini namanya menghilangkan Kedaulatan Rakyat,” tambahnya.
Prihandoyo menekankan bahwa Amien Rais telah menipu mentah-mentah rakyat Indonesia dengan menyebut UUD 2002 sebagai UUD.
Kesimpulan
Dari pernyataan yang beredar, terlihat bahwa posisi Amien Rais saat ini banyak diperdebatkan terkait konsistensinya dalam mendukung UUD 1945.
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: gelora.co (2026-08-20)
0 Komentar