Akun Medsos Diblokir, Demo 27 Agustus Terancam Batal Total?

📌 Ringkasan Berita:
  • Aksi demo yang direncanakan pada 27 Agustus 2026 terancam batal akibat masalah digital yang mengganggu koordinasi aktivisme.
  • Rekening bank Koordinator AMPB, Botok, masih diblokir meskipun klaim pemblokiran sudah berakhir, menghambat akses dana untuk aksi.
  • Dana donasi sebesar Rp80 juta terkunci di mobile banking, menyulitkan panitia dalam menyiapkan logistik, termasuk sewa transportasi ke Jakarta.

Aksi demo yang dijadwalkan pada 27 Agustus 2026 tampaknya terancam batal karena sejumlah kendala yang mengganggu gerakan aktivisme.

Kendala Digital yang Mengganggu

Melansir pemberitaan dari democrazy.id pada 24/08/2026, Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono yang lebih dikenal dengan nama Botok, melaporkan adanya masalah digital yang tidak biasa.

Tidak hanya rekening bank yang diblokir, tetapi juga semua saluran komunikasi seperti TikTok dan WhatsApp juga ikut terblokir.

Kondisi ini bikin banyak orang bertanya-tanya apakah ini adalah upaya untuk mengurangi koordinasi logistik bagi kelompok yang akan berangkat dari Pati ke Jakarta.

Rekening Bank Masih Diblokir

Botok menyampaikan bahwa rekeningnya di salah satu Bank Himbara belum bisa digunakan untuk transaksi meskipun klaim pemblokiran secara administratif sudah berakhir.

Masalah ini cukup serius karena mengganggu akses ke dana yang dibutuhkan untuk aksi tersebut.

Dana Donasi Rp80 Juta Terkunci di Mobile Banking

Masalah utama yang dihadapi Botok adalah keterbatasan fitur di layanan mobile banking-nya.

Walaupun saldo di rekening tersebut terlihat jelas, dia tidak bisa melakukan pemindahan uang atau pembayaran sama sekali.

Rekening ini sangat penting karena menampung dana kolektif dari masyarakat yang akan digunakan untuk membiayai aksi.

Berdasarkan keterangan Botok, saldo di rekening mencapai Rp80 juta.

Dana ini berasal dari uang pribadi dan hasil donasi masyarakat yang mendukung perjuangan AMPB.

Terkuncinya dana ini berdampak langsung pada persiapan logistik, terutama dalam penyewaan transportasi massal.

"Rencana untuk bayar sewa bus. Soalnya bus di Pati itu kan, Pati-Jakarta sekitar 12 juta, ya," kata Botok di Jakarta pada Senin (24/8/2026).

Hambatan dalam transaksi ini mengharuskan panitia untuk berpikir keras dalam menutupi biaya sewa bus yang lumayan mahal.

Kesimpulannya, situasi menjelang aksi demo ini cukup rumit dengan banyak kendala yang muncul, dan menarik untuk dilihat bagaimana kelompok aktivis ini mengatasi masalah yang ada.

Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!




Sumber: democrazy.id (24/08/2026)

0 Komentar

Produk Sponsor