Ade Armando Bela Gibran: Ijazah SMA Bukan Indikator Pendidikan Sejati

📌 Ringkasan Berita:
  • Isu ijazah SMA Gibran Rakabuming Raka memicu perdebatan politik, dengan sayembara yang diinisiasi Denny Indrayana menawarkan hadiah Rp1 miliar untuk yang bisa menunjukkan ijazahnya.
  • Hadiah sayembara kemudian diturunkan menjadi Rp100 juta setelah komentar dari istri Denny yang menganggap jumlah awal terlalu besar.
  • Ade Armando, pengamat politik, menjelaskan bahwa Gibran menyelesaikan pendidikan menengahnya di luar negeri, yaitu di Orchid Park Secondary School, Singapura, pada tahun 2002.

Isu soal ijazah SMA Gibran Rakabuming Raka tengah jadi sorotan dan memicu debat di dunia politik.

Polemik Sayembara Ijazah

Melansir pemberitaan dari democrazy.id pada 20/08/2026, sayembara ini diinisiasi oleh Denny Indrayana untuk mencari ijazah tersebut.

Denny menawarkan hadiah Rp1 miliar bagi siapa saja yang bisa menunjukkan ijazah SMA Gibran ke publik.

Namun, hadiah itu kemudian turun menjadi Rp100 juta setelah tanggapan dari istri Denny yang merasa jumlah awal terlalu besar untuk konteks politik.

Ade Armando Turun Tangan

Dalam situasi yang terus memanas, Ade Armando, seorang pengamat politik, turut angkat bicara mengenai polemik ini.

Ade mempertanyakan mengapa isu pendidikan Gibran masih terus menjadi perdebatan di kalangan masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa Gibran tidak menyelesaikan pendidikan menengahnya di dalam negeri, melainkan di luar negeri.

Ade kemudian membagikan informasi tentang rekam jejak pendidikan Gibran yang tercatat pernah bersekolah di Orchid Park Secondary School, Singapura, pada tahun 2002.

Kesimpulan

Debat tentang ijazah Gibran menunjukkan kompleksitas dan ketegangan dalam politik saat ini, dan masyarakat mungkin memiliki berbagai pandangan tentang hal ini.

Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!




Sumber: democrazy.id (20/08/2026)

0 Komentar

Produk Sponsor