Prabowo: Setiap Partai Punya Patriot dan Bajingan, Ungkap di Hari Koperasi

📌 Ringkasan Berita:
  • Prabowo Subianto mengajak masyarakat untuk mengakhiri budaya saling mencaci dan curiga demi persatuan bangsa.
  • Dalam pidatonya di Hari Koperasi Nasional, dia menekankan pentingnya sikap saling memaafkan dan mengasihi di antara perbedaan.
  • Prabowo juga menyentuh realitas di partai politik, mengingatkan bahwa setiap partai memiliki patriot dan oknum yang mencoreng citra, serta menekankan pentingnya komunikasi yang baik.

Presiden Prabowo Subianto baru saja mengajak semua orang untuk mengakhiri budaya saling mencaci dan curiga, serta mendorong persatuan di tengah perbedaan.

Pentingnya Persatuan di Hari Koperasi

Menyimak pemberitaan dari gelora.co pada 2026-07-12, pesan tersebut disampaikan Prabowo saat berpidato di puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Indonesia Arena, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK) pada tanggal 12 Juli 2026.

Dia juga mengingatkan bahwa penting untuk menghidupkan kembali karakter bangsa yang menjunjung sikap saling memaafkan dan mengasihi.

Prabowo menekankan, "Marilah kita kembali ke sifat bangsa indonesia yaitu saling memaafkan, saling mengerti, saling mengasihi, saling membantu. Jangan ikut-ikutan budaya caci maki, budaya curiga," ujarnya.

Dia menambahkan bahwa tidak ada keberhasilan yang bisa dicapai melalui pertikaian dan mengajak semua orang untuk mengesampingkan perbedaan demi kepentingan bangsa yang lebih besar.

Realitas di Setiap Partai

Prabowo juga menyampaikan poin yang menarik perhatian mengenai realitas di tiap partai politik.

Dia menjelaskan bahwa setiap partai memiliki dua sisi, yaitu sosok patriot dan oknum yang mencoreng citra partai.

"Untuk apa kita bertikai? kita ini satu keluarga. Apapun latar belakang kita, apapun suku kita, apapun partai kita. Semua partai banyak patriot dan semua partai banyak bajingannya juga," ujarnya.

Diskusi Seputar Kata 'Bajingan'

Setelah pernyataannya itu, Prabowo bertanya pada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, tentang apakah seorang presiden boleh mengucapkan kata "bajingan".

Dia menanyakan, "Presiden boleh ngomong bajingan boleh ga? Boleh? Aku ga tanya kalian. Aku tanya menteri pendidikan. Ini, ini kan tidak termasuk kasar," kata Prabowo.

Prabowo kemudian menjelaskan bahwa istilah "bajingan" itu bukan dimaksudkan sebagai kata kasar, melainkan keluar dengan semangatnya sebagai orang Betawi.

"Karena saya lahir di Betawi jadi maaf kalau saya semangat kata-kata Betawi keluar, sorry yee," pungkasnya.

Kesimpulannya, Prabowo mengajak semua untuk bersatu dan mengesampingkan perbedaan demi kepentingan bersama, serta menyinggung pentingnya komunikasi yang baik dalam suasana politik.

Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!




Sumber: gelora.co (2026-07-12)

0 Komentar

Produk Sponsor