Prabowo: Pemimpin yang Berbohong kepada Rakyat Layak Dihukum

📌 Ringkasan Berita:
  • Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemimpin yang berbohong kepada rakyat adalah pengkhianat dan melakukan dosa.
  • Ia merespons tuduhan bahwa pemerintah tidak jujur mengenai pencapaian swasembada pangan, menekankan pentingnya ketahanan pangan.
  • Prabowo mengingatkan bahwa ketahanan pangan, energi, dan air adalah fondasi utama kedaulatan dan kemakmuran suatu bangsa.

Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini memberikan peringatan serius kepada para pemimpin yang dianggap mengkhianati kepercayaan rakyat.

Peringatan dari Prabowo

Melansir pemberitaan dari gelora.co pada 2026-07-09, Prabowo menegaskan bahwa tidak ada alasan untuk pemimpin yang berbohong kepada publik.

Menurutnya, tindakan tersebut bukan hanya dosa, tapi juga pengkhianatan terhadap negara.

“Dosalah pemerintah yang berbohong kepada rakyatnya, dosalah pemimpin yang berbohong kepada rakyatnya, berkhianatlah pemimpin yang tidak setia kepada kepentingan negara di atas segala kepentingan,” tegas Prabowo saat meluncurkan Program Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis, 9 Juli 2026.

Menanggapi Narasi Pihak Lain

Ucapan itu disampaikan Prabowo sebagai respons terhadap pihak-pihak yang mengklaim bahwa pemerintah telah berbohong mengenai pencapaian swasembada pangan.

“Banyak pihak yang meremehkan pentingnya swasembada pangan, bahkan banyak orang yang mengangkat dirinya sebagai orang pintar mengejek, menyekat, dan menuduh bahwa kita pemerintah berbohong kepada rakyat, bahwa kita belum swasembada pangan,” kata dia.

Pentingnya Ketahanan Pangan

Lebih lanjut, Prabowo menjelaskan bahwa ketahanan suatu bangsa sangat bergantung pada kemampuan untuk memenuhi tiga kebutuhan strategis, yaitu pangan, energi, dan air.

Ketiga aspek ini menjadi fondasi utama bagi kedaulatan dan kemakmuran sebuah negara, dan ini juga menjadi perhatian di tingkat internasional.

“Hampir semua pakar peradaban manusia sadar dan mengerti tanpa tiga-tiga ini suatu bangsa sulit untuk survive, sulit untuk kita berdaulat, sulit untuk kita sejahtera, sulit untuk kita makmur,” pungkas Prabowo.

Secara keseluruhan, pernyataan Prabowo mengajak semua pihak untuk menyadari pentingnya integritas pemimpin dalam menjaga kepercayaan rakyat.

Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!




Sumber: gelora.co (2026-07-09)

0 Komentar

Produk Sponsor