
- Deddy Sitorus dari PDIP meragukan klaim Jokowi yang mengatakan tidak tahu tentang prosesi injak kepala kerbau di Lampung.
- Menurut Deddy, Jokowi seharusnya tahu karena ia menjadi ketua panitia acara tersebut dan berpendapat ini hanya cara Jokowi untuk tetap menjadi sorotan publik.
- Bestari Barus dari PSI menjelaskan bahwa Jokowi diundang untuk penghargaan adat dan tidak menyadari adanya prosesi tersebut hingga diminta untuk ikut serta.
Politikus PDIP Deddy Sitorus mengungkapkan ketidakpercayaan bahwa Joko Widodo, alias Jokowi, tidak tahu tentang prosesi injak kepala kerbau di Lampung.
Menyimak pemberitaan dari gelora.co pada 2026-07-04, Deddy Sitorus mengaku tidak peduli dengan upacara adat tersebut.
Namun, ia meyakini bahwa Jokowi mengetahui tentang prosesi yang diadakan oleh tokoh adat.
"Yang saya dengar, Jokowi jadi ketua panitia kegiatan itu. Sehingga sangat tidak masuk akal dan mungkin berbohong kalau dia bilang tidak tahu akan ada drama sinetron soal injak-menginjak itu," katanya kepada wartawan, Jumat, 3 Juli 2026.
Menurutnya, PDIP tidak terpikirkan untuk mempermasalahkan manuver politik Jokowi, termasuk safari ke berbagai daerah.
"Bagi kami, terserahlah Jokowi mau lakukan apa saja untuk mencapai tujuannya, kita nggak ambil pusing," tandasnya.
Deddy juga berpendapat bahwa manuver politik yang dilakukan Jokowi adalah cara untuk tetap menjadi perbincangan publik.
"Ini ceritanya, dia yang buat, dia yang waswas, dan dia pula yang viralkan. Bagi kami, itu cuma dagelan lucu-lucuan agar publik terus membicarakan dia," tutur Deddy.
Sebelumnya, Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bestari Barus membagikan cerita mengenai Jokowi yang menginjak kepala kerbau dalam upacara adat di Lampung.
Dia mengatakan bahwa Jokowi tidak mengetahui adanya prosesi injak kepala kerbau tersebut.
"Sebetulnya itu kan kehadiran Pak Jokowi diundang untuk diberikan penghargaan adat setempat ya kan. Dengan gelar Baginda Pemuka Rakyat," katanya, Jumat, 3 Juli 2026.
Bestari juga menegaskan bahwa pemberian gelar tersebut bukan atas permintaan Jokowi.
"Bukan juga Pak Jokowi yang menentukan harus jadi apa. Beliau datang menghormati undangan para tokoh, tokoh dewan adat gitulah," bebernya.
Dia menambahkan bahwa Jokowi tidak menyadari adanya kepala kerbau yang sudah disiapkan oleh tokoh adat.
Pada saat itu, Jokowi sempat memprediksi bahwa prosesi tersebut bakal menjadi perbincangan publik.
"'Dan disuruh duduk di depannya kepala kerbau. Beliau sempat bergumam gitu, 'Wah ini nanti ramai ini'," ungkap Bestari.
Jokowi semakin yakin bahwa upacara adat tersebut akan menjadi polemik saat diminta secara simbolis untuk menginjak kepala kerbau.
Bestari menegaskan bahwa Jokowi mengikuti seluruh prosesi sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh adat yang menggelar upacara.
"Apalagi ketika, kemudian diminta untuk menjejakkan kaki di atas kepala kerbau itu. Dan itu beliau juga, 'Waduh ini lebih ramai lagi nanti ini'. Jadi beliau sama sekali tidak tahu prosesi itu, ya ikut saja," ujar Bestari.
Secara keseluruhan, berita ini menyoroti dinamika antara politik dan budaya, serta bagaimana Jokowi terlibat dalam prosesi yang kontroversial.
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: gelora.co (2026-07-04)
0 Komentar