
- PGR mulai melirik Anies Baswedan sebagai calon presiden untuk Pemilu 2029 setelah Mahkamah Konstitusi menghapus ambang batas pencalonan.
- Anies berstatus sebagai tokoh inspirasi di PGR, dan ada kekhawatiran bahwa dukungannya bisa dimanfaatkan oleh caleg pemula yang kurang berpengalaman.
- Pengamat politik menyarankan Anies untuk memastikan komitmen dari PGR agar tidak terjebak dalam politik yang tidak konsisten menjelang Pemilu 2029.
Partai Gerakan Rakyat (PGR) mulai mengarahkan perhatiannya kepada Anies Baswedan sebagai kandidat potensial untuk Pemilu 2029.
Peluang PGR di Pemilu 2029
Menyimak pemberitaan dari gelora.co pada 2026-07-28, pengamat Kebijakan Umum Hukum dan Politik (KUHP), Damai Hari Lubis, mengungkapkan bahwa setelah Mahkamah Konstitusi menghapus ambang batas pencalonan presiden, PGR memiliki peluang untuk mencalonkan presiden jika lolos verifikasi administrasi dan faktual oleh KPU.
Damai menambahkan bahwa jika PGR lolos dalam kontestasi Pemilu, besar kemungkinan mereka akan mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden di 2029.
Politisi Baru dan Lama di PGR
Partai baru seperti PGR diharapkan bisa menarik banyak calon legislatif baru serta caleg “bekas”.
Di antara mereka, menurut Damai, terdapat politisi yang “afkir” atau kekurangan modal, yang digolongkannya sebagai politisi avonturir.
Saat ini, Anies dianggap mulai dijadikan “jualan” oleh PGR, dengan seolah-olah menjadi yang pertama yang mengendors mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.
Status Anies di PGR
Anies sendiri tidak menjabat dalam struktur PGR, melainkan berstatus sebagai tokoh inspirasi atau panutan.
Damai menegaskan bahwa status nonstruktural ini justru tepat untuk Anies, karena ia memahami hasrat politik PGR menjelang Pilpres 2029.
Ia mengingatkan bahwa menjadikan Anies sebagai “kapal besar” semata bagi PGR berisiko, terutama jika hanya diusung oleh partai pemula.
Jika ada tiga pasangan calon, raihan suara Anies bisa jadi yang paling rendah.
Menurutnya, caleg-caleg pemula yang kekurangan modal cenderung bersifat parasit terhadap nama tokoh besar.
Mereka bisa memanfaatkan popularitas Anies demi meraih kursi legislatif, tetapi kemudian berpindah dukungan kepada calon lain.
Saran untuk Anies
Agar tidak terlanjur “menempel” terlalu dini, Damai menyarankan Anies meminta komitmen tegas kepada para pemilik PGR dan partai-partai pemula lain.
Mereka harus konsisten dengan makna “Gerakan Rakyat” dan diisi oleh tokoh-tokoh yang dikenal publik karena kepedulian pada penegakan hukum, ekonomi, dan politik sesuai cita-cita UUD 1945.
Damai juga menutup dengan menyatakan bahwa "PGR atau partai mana pun tidak akan hebat di mata publik jika hanya mampu mendapatkan simpati Anies."
Jika lobi politik berhasil menjadikan Anies sebagai capres yang diusung di antara tiga atau lima partai besar, PGR bisa diperhitungkan di kontestasi 2029.
Kesimpulannya, dinamika politik di sekitar PGR dan Anies Baswedan menunjukkan potensi dan tantangan yang menarik menjelang Pemilu 2029.
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: gelora.co (2026-07-28)
0 Komentar