Nasdem Usulkan Naikkan Ambang Batas Pemilu Jadi 7%. Disinyalir untuk Jegal PSI?

📌 Ringkasan Berita:
  • Partai NasDem mengusulkan kenaikan ambang batas parlemen dari 4% menjadi 7% yang memicu berbagai spekulasi publik.
  • Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menilai usulan ini bisa jadi upaya untuk mengeliminasi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dari DPR di Pemilu 2029.
  • Persaingan antara NasDem dan PSI diperkirakan akan memanas karena adanya tokoh-tokoh penting NasDem yang kini beralih ke PSI.

Usulan Partai NasDem buat naikkan ambang batas parlemen dari 4 persen jadi 7 persen di revisi Undang-Undang Pemilu ini ternyata bikin banyak orang penasaran.

Analisis dari Para Ahli

Mengutip pemberitaan dari gelora.co pada 2026-07-17, Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, mengatakan bahwa publik bisa aja ngecap usulan ini sebagai cara buat ngeliminasi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) agar gak lolos ke DPR di Pemilu 2029.

Menurut Adi, ada anggapan bahwa kenaikan ambang batas ini bukan hanya soal memperkuat sistem kepartaian, tapi juga soal persaingan politik antara NasDem dan PSI.

"Ada fakta politik yang kemudian ditafsirkan oleh publik, jangan-jangan usulan Fraksi Partai NasDem menaikkan ambang batas parlemen dari 4 persen menjadi 7 persen tujuannya cuma satu, yakni mencekal PSI supaya tidak lolos ke parlemen pada 2029," kata Adi lewat kanal Youtube miliknya.

Persaingan Politik di Antara Partai

Ia menjelaskan bahwa persepsi ini muncul karena saat ini ada ikatan politik yang kuat antara NasDem dan PSI, dengan beberapa tokoh penting NasDem kini bergabung dengan PSI.

Adi mencontohkan Ketua Harian PSI Ahmad Ali yang sebelumnya adalah petinggi di NasDem, serta Bestari Barus dan mantan kader NasDem lainnya yang sekarang aktif di PSI.

"Kalau kita mau jujur, per hari ini NasDem secara politik memang beririsan tebal dengan PSI karena ada sejumlah petinggi yang dulunya menjadi orang penting di NasDem saat ini berada di PSI," ujarnya.

Prediksi Memanas di Pemilu 2029

Menurut Adi, situasi ini bisa bikin kedua partai bersaing buat dapetin basis pemilih yang sama di Pemilu 2029.

"Dalam banyak hal, PSI ke depan tentu menghadapi persaingan yang irisan tebalnya bukan hanya dengan PDIP, tetapi juga dengan Partai NasDem," lanjutnya.

Karena itu, Adi bilang usulan kenaikan parliamentary threshold ini bisa dilihat sebagai strategi NasDem buat ngempesin peluang PSI untuk menembus parlemen.

"Sepertinya NasDem tidak mau tinggal diam ketika satu per satu elite yang dulu pernah bersama NasDem pindah ke PSI. Caranya, dalam tanda kutip, membalas secara politik dengan mengusulkan ambang batas parlemen dinaikkan," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi II DPR RI dari Fraksi NasDem, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, menekankan bahwa usulan naiknya parliamentary threshold jadi 7 persen adalah sikap resmi dari partainya dan bakal jadi bahan bahasan di revisi UU Pemilu yang udah masuk ke Program Legislasi Nasional (Prolegnas).

Menurutnya, kenaikan ambang batas ini diperlukan agar partai yang lolos ke DPR dapat memiliki jumlah kursi yang lebih memadai.

Secara keseluruhan, usulan ini bikin banyak orang penasaran tentang dampaknya di Pemilu mendatang.

Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!



Sumber: gelora.co (2026-07-17)

0 Komentar

Produk Sponsor