
- Tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto turun drastis dari 81,2% menjadi 51,1% menurut survei SMRC.
- Pengamat politik Rocky Gerung mengaitkan penurunan ini dengan keberadaan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang dianggap berdampak negatif terhadap elektabilitas Prabowo.
- Rocky juga menyoroti pertanyaan publik mengenai peran Gibran sebagai wapres, yang dinilai tidak memberikan dukungan nyata kepada presiden.
Penurunan tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto jadi sorotan setelah survei terbaru dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dirilis.
Gibran dan Dampaknya
Mengutip pemberitaan dari gelora.co pada 2026-07-31, pengamat politik Rocky Gerung mengaitkan penurunan ini dengan keberadaan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Rocky menyebut bahwa perlu ada analisis mendalam terkait merosotnya kepuasan publik terhadap Prabowo dan dampaknya pada Gibran.
"Kalau melihat surveinya turun jauh dari 81 ke 51 persen. Tapi kalau kita balik, negative impression terhadap Prabowo itu berakibat apa pada wakil presidennya? Kalau Prabowo tinggal 50 persen, itu artinya Gibran tinggal 2 persen. Kan dia satu paket. Jadi kita mesti lihat Prabowo itu drop elektabilitasnya karena ada Gibran di situ," kata Rocky, di kanal Youtube Hendri Satrio, Jumat, 31 Juli 2026.
Hasil Survei SMRC
Pernyataan tersebut disampaikan Rocky menanggapi hasil survei SMRC yang dilakukan pada 5-19 Juli 2026.
Dalam survei itu, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo turun menjadi 51,1 persen, dari sebelumnya 81,2 persen pada November 2025.
Pertanyaan Tentang Gibran
Rocky juga menyinggung bahwa posisi Gibran masih menyisakan sejumlah persoalan politik dan konstitusional yang bisa jadi perhatian publik lagi.
"Gibran secara konstitusi masih bisa dipersoalkan asal-usul dari kehadiran dia sebagai wapres. Kalau dimulai di DPR dan diproses, itu pasti akan naik lagi dampaknya kepada presiden," ujarnya.
Dia menambahkan, publik semakin mempertanyakan peran wakil presiden di pemerintahan saat ini.
Rocky menjelaskan bahwa ada persepsi bahwa Presiden Prabowo seolah bekerja sendirian tanpa dukungan nyata dari wakil presidennya.
"Karena orang merasa presiden sendirian. Wapresnya ngapain di situ? Itu yang masih diterangkan," pungkasnya.
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: gelora.co (2026-07-31)
0 Komentar