Jokowi Kunjungi Jawa Barat, Pengamat Sebut Masyarakat Hadir Bukan Karena Cinta Tapi Amplop

📌 Ringkasan Berita:
  • Kunjungan Presiden Jokowi ke Jawa Barat dianggap sebagai pencitraan dan bukan sebagai respons terhadap undangan masyarakat.
  • Pengamat Rizal Fadillah menilai banyak orang yang menyambut Jokowi hanya untuk kepentingan pribadi, bukan karena cinta kepada mantan presiden itu.
  • Kritik Rizal juga mengaitkan kunjungan tersebut dengan mitologi, menyatakan bahwa Jokowi berusaha mengalihkan perhatian dari Persidangan ijazahnya yang tengah bergulir.

Banyak yang ngomong tentang kunjungan Jokowi yang belakangan ini dianggap sekadar pencitraan dan bukan karena undangan masyarakat.

Mengutip pemberitaan dari democrazy.id pada 05/07/2026, pengamat Rizal Fadillah menyebut kunjungan Jokowi di Jawa Barat hanya menarik perhatian pemburu amplop.

Rizal menyatakan bahwa banyak orang yang datang menyambut Jokowi bukan karena cinta, melainkan karena kepentingan tertentu.

Ia juga mengkritik anggapan bahwa Jokowi masih mendapatkan sambutan luas dari masyarakat.

"Awal buruk dari safari sang baginda yang bernarasi memenuhi undangan masyarakat. Sudah dapat diprediksi undangan asli tapi palsu. Penolakan masyarakat pun terjadi," tukasnya.

Kunjungan Jokowi ke Berbagai Daerah

Rizal menilai rangkaian kunjungan Jokowi ke berbagai daerah sebagai bagian dari safari politik.

Ia meragukan narasi kehadiran Jokowi sebagai respons terhadap undangan masyarakat.

"Konon akan berlanjut berkeliling taman safari Jokowi ke NTT dan Jawa Barat. Seperti biasa agendanya menunggangi budaya bersama PSI," sebutnya.

Rizal kemudian juga menyoroti kenyataan bahwa banyak orang yang datang hanya untuk mencari keuntungan pribadi.

"Narsis merasa masih dicintai dan dielu-elukan rakyat padahal yang datang menyambut adalah para pecinta amplop," timpalnya.

Mitologi Injak Kepala Kerbau

Selain itu, Rizal mengaitkan kritiknya dengan mitologi, termasuk simbol kepala kerbau yang diinjak Jokowi.

"Kepala kerbau yang diinjak tiba-tiba berpindah ke kepala manusia, abracadabra. Mungkin seperti dalam mitologi Yunani manusia berkepala kerbau Minotaur yang buas senang memangsa manusia," terangnya.

Ia juga menghubungkan simbol tersebut dengan kisah Mahesa Sura dalam cerita pewayangan dan mitos Gua Kiskendo.

Lebih jauh, Rizal menyatakan bahwa Jokowi berusaha menjaga eksistensi politiknya sambil mengalihkan perhatian dari isu ijazahnya.

"Jokowi kini merasa sehat dan kuat, percaya diri untuk mampu berlari cepat. Curi start namanya. Menunggangi apa yang bisa ditunggangi termasuk budaya," tandasnya.

Sebagai penutup, Rizal menyebut bahwa Jokowi berkunjung untuk menyapa masyarakat sekaligus menghindari isu mengenai persidangan ijazahnya.

Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!



Sumber: democrazy.id (05/07/2026)

0 Komentar

Produk Sponsor