
- Gol indah tim Mesir yang dicetak Mostafa Zico dibatalkan oleh VAR karena dianggap ada pelanggaran ringan sebelumnya.
- Pelanggaran yang dituduhkan terjadi jauh dari gawang dan lebih dari 20 detik sebelum gol, memicu kritik terhadap keputusan VAR.
- Keputusan ini menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas VAR dalam sepak bola, dengan banyak yang merasa keputusan tersebut merugikan semangat permainan.
Dunia sepak bola baru saja dikejutkan oleh keputusan yang bikin banyak orang geleng-geleng kepala, terutama penggemar, analis, bahkan mantan wasit.
Satu momen yang diharapkan jadi "gol terindah sepanjang masa" dari tim Mesir ke gawang Argentina, harus berakhir pahit setelah dibatalkan oleh teknologi Video Assistant Referee (VAR).
Kronologi Insiden yang Mengubah Segalanya
Dalam pertandingan yang berlangsung sengit, Mesir sudah memimpin 1-0 saat berhasil mencetak gol kedua yang luar biasa melalui pemain bernama Mostafa Zico.
Gol ini muncul dari skema serangan balik yang super keren, dan banyak yang yakin ini bakal tercatat dalam sejarah sebagai salah satu gol terbaik di level internasional.
Namun, kegembiraan fans Mesir seketika berubah jadi kekecewaan ketika VAR masuk dan memutuskan untuk membatalkan gol tersebut.
Alasan di balik keputusan itu? Gelandang Mesir, Marwan Attia, dianggap melakukan pelanggaran ringan dengan menginjak kaki bek Argentina, Lisandro MartÃnez, jauh sebelum gol tercipta.
👇👇
Gol seindah begini bisa dibatalkan wasit. Ajg emang wasit dan FIFA! pic.twitter.com/yiFdbRCtC0
— Melon Mask (@panca66) July 7, 2026
Mengapa Keputusan Ini Dianggap Tidak Adil?
Keputusan untuk membatalkan gol ini menuai banyak kritik karena dianggap melanggar semangat permainan serta protokol VAR yang seharusnya diikuti.
Berikut beberapa alasan kenapa banyak orang marah dengan keputusan ini:
- Jarak dan Waktu yang Tidak Relevan: Pelanggaran yang dituduhkan kepada Marwan Attia terjadi sekitar 100 yard (lebih dari 90 meter) dari gawang Argentina, dan insiden ini juga terjadi lebih dari 20 detik sebelum gol dicetak.
- Kehilangan “Fase Serangan”: Mantan wasit Piala Dunia, Fernando Guerrero, juga mengkritik keputusan ini dan bilang bahwa VAR seharusnya tidak mengganggu fase permainan yang telah berlalu.
- Konsensus Para Ahli: Banyak pengamat sepak bola dan mantan wasit profesional setuju bahwa keputusan VAR di insiden ini adalah kesalahan besar, dan pelanggaran yang terjadi tidak cukup signifikan untuk membatalkan momen spesial dalam sejarah sepak bola.
👇👇
The most beautiful goal in football history was disallowed in an unfair way. pic.twitter.com/cORKhJclCY
— China pulse 🇨🇳 (@Eng_china5) July 8, 2026
Apakah VAR Masih Menjadi Solusi?
Keputusan kontroversial ini memicu diskusi lebih lanjut tentang keefektifan teknologi VAR dalam sepak bola modern.
Orang-orang mulai mempertanyakan apakah VAR masih bisa diandalkan untuk membantu wasit atau justru sebaliknya, membuat keputusan menjadi lebih rumit.
Diskusi mengenai VAR ini tentu sangat menarik untuk diikuti, apalagi di tengah kecaman yang ada.
Kesimpulannya, insiden ini mengundang banyak perdebatan di kalangan penggemar sepak bola tentang kinerja VAR dan keputusan wasit.
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: democrazy.id (08/07/2026)
0 Komentar