Geng Jambi Terlibat: Kasus Febrie Adriansyah Terkuak oleh Jaksa Agung Muda Tindak

📌 Ringkasan Berita:
  • Febrie Adriansyah, mantan Jaksa Agung Muda, terlibat skandal "lingkaran setan" dengan teman-teman kuliah yang diduga mengamankan perkara hukum dan menyamarkan aset hasil kejahatan.
  • Koordinator Komsak, Ronald Loblobly, mengungkap bahwa Febrie membangun jaringan kekuasaan dari alumni Jambi untuk mengendalikan jalannya hukum.
  • Don Ritto, advokat dan teman kuliah Febrie, ditetapkan sebagai tersangka dan diduga berperan sebagai "kunci pembuka" dalam praktik korupsi di Jampidsus.

Skandal yang melibatkan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, kini tengah ramai diperbincangkan karena terungkapnya dugaan adanya "lingkaran setan" yang melibatkan teman-teman kuliahnya.

Fakta Mengejutkan Tentang Lingkaran Setan

Mengutip pemberitaan dari democrazy.id pada 14/07/2026, Koordinator Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi (Komsak), Ronald Loblobly, membongkar fakta mengejutkan terkait dugaan konsolidasi kekuasaan yang dilakukan Febrie.

Dia diduga merangkul kelompok "inner circle" untuk mengamankan perkara dan menyamarkan aset yang didapat dari tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Almamater Jambi: Mesin Penggerak di Balik Layar

Dalam percakapan di podcast Tribun Network bersama Direktur Pemberitaan Tribun Network, Febby Mahendra Putra, Ronald menjelaskan bagaimana geng alumni Jambi ini bekerja.

"Jadi memang dia (Febrie) membangun lingkaran inner circle-nya itu dari kelompok-kelompok alumni Jambi itu. Semua yang berinteraksi dan tahu Febrie pasti sudah bisa mengonfirmasi itu," ungkap Ronald dengan nada lugas.

Bagi Ronald, lingkaran ini bukanlah pertemanan biasa.

Ini adalah sebuah sistem yang dirancang untuk mengendalikan jalannya hukum.

"Jadi memang ini adalah teman-temannya Febrie," tambahnya.

Don Ritto: Sang “Pintu Masuk” dan Penjaga Harta

Salah satu nama yang paling disorot adalah Don Ritto, advokat yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Don Ritto bukan sekadar teman kuliah S1 Febrie di Jambi, melainkan disebut-sebut sebagai "kunci pembuka" bagi siapa saja yang ingin bermain mata dengan hukum di bawah otoritas Jampidsus.

Modus yang dijalankan, menurut Ronald, sangat rapi namun mematikan.

Setiap ada perkara besar yang ditangani, Febrie diduga memberikan "arahan halus" kepada pihak berperkara untuk menggunakan jasa hukum.

Skandal ini menunjukkan betapa rumitnya jaringan dan praktik korupsi yang ada.

Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!




Sumber: democrazy.id (14/07/2026)

0 Komentar

Produk Sponsor