Elon Musk Dikecam Global Usai Promosikan Film Anti-Muslim "Citizen Vigilante

📌 Ringkasan Berita:
  • Elon Musk mempromosikan film "Citizen Vigilante" yang mendapatkan banyak kritik karena narasi anti-Muslim dan anti-imigran.
  • Film ini dilarang tayang di Jerman karena dianggap menghasut kekerasan, meskipun populer di kalangan kelompok sayap kanan di AS.
  • Karakter utama dalam film tersebut, yang diperankan Armie Hammer, berperilaku sebagai vigilante yang memburu imigran dan menyudutkan agama Islam, menambah kontroversi yang ada.

Elon Musk lagi-lagi jadi sorotan setelah dia mempromosikan film "Citizen Vigilante" yang bikin banyak orang angkat bicara, terutama soal narasi anti-Muslim dan anti-imigran yang ada di dalamnya.

Film yang Kontroversial

Menyimak pemberitaan dari democrazy.id pada 01/07/2026, film "Citizen Vigilante" itu adalah thriller aksi yang disutradarai oleh Uwe Boll dan dibintangi Armie Hammer.

Film ini langsung mendapat banyak kritik karena dianggap sebagai media propaganda yang merugikan dan menyesatkan.

Karakter dan Alur Cerita

Karakter utama, Michael Sanders, diperankan oleh Armie Hammer, adalah pria yang mengambil tindakan sendiri karena merasa hukum sudah runtuh di Eropa.

Dia jadi vigilante yang secara spesifik memburu imigran, warga kulit hitam, dan bahkan membunuh satu keluarga Muslim.

Dalam film ini, karakter utama juga menyampaikan pidato yang menyudutkan agama Islam, mengatakan bahwa Islam adalah akar masalah kejahatan, dan meminta para pemimpin Eropa untuk menghentikan imigrasi.

Kontroversi dan Respon Global

Pemerintah Jerman melarang penayangan film ini di bioskop dan platform digital karena dianggap menghasut kekerasan terhadap imigran.

Kritikus film dari media global seperti Variety dan Slate juga mengutuk film ini sebagai karya yang tidak beretika dan eksploitatif.

Meskipun begitu, film ini malah populer di kalangan kelompok sayap kanan di AS, dan Musk mempromosikannya di platform X dengan menggratiskan penayangannya selama dua hari.

Komunitas hak asasi manusia dan organisasi Muslim internasional menganggap film ini bisa berbahaya karena dapat memicu kebencian terhadap umat Muslim.

Di sepanjang film, migran, terutama Muslim, digambarkan secara negatif, dan protagonis menyatakan bahwa Eropa sedang menghadapi krisis akibat imigrasi.

Film ini menyentuh tema kekerasan, di mana karakter utama membunuh siapa saja yang dianggapnya sebagai kolaborator sebelum mencapai akhir cerita yang dramatis.

Elon Musk tetap menayangkan film ini di X meskipun ada penolakan, dan bahkan berharap untuk membuat sekuel dengan pernyataan “Citizen Vigilante 2 akan lebih baik lagi.”

Kesimpulannya, film "Citizen Vigilante" mendatangkan banyak kritik dan kontroversi, menciptakan perdebatan soal isu imigrasi dan Islamofobia.

Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!




Sumber: democrazy.id (01/07/2026)

0 Komentar

Produk Sponsor