
- Kasus dugaan korupsi mantan Jampidsus Febrie Adriansyah memicu spekulasi tentang adanya "perang bintang" antar lembaga penegak hukum.
- Mantan Kabareskrim Susno Duadji menegaskan bahwa tidak ada pertarungan ego antar lembaga dan hubungan antara Polri, Kejaksaan, dan KPK sangat akrab.
- Susno memberi apresiasi kepada penyidik Polri atas keberhasilan mengungkap kasus besar, menekankan perlunya melihat proses hukum secara objektif dan tidak terpengaruh spekulasi.
Kasus dugaan korupsi yang melibatkan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah kini jadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat.
Spekulasi Tentang “Perang Bintang”
Mengutip pemberitaan dari democrazy.id pada 17/07/2026, bola salju kasus ini terus membesar dan memicu berbagai spekulasi.
Salah satu isu yang paling banyak dibahas adalah dugaan adanya konflik antar lembaga penegak hukum yang disebut sebagai “perang bintang”.
Publik mulai bertanya-tanya apakah ada nama besar yang saling sikut satu sama lain.
Pandangan Berbeda dari Susno Duadji
Tapi, di tengah banyaknya rumor, mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen (Purn) Susno Duadji, memberikan pandangan yang berbeda.
Ia menegaskan bahwa para penegak hukum tidak terlibat dalam pertarungan ego antar lembaga.
Dalam tayangan YouTube Rakyat Bersuara, Susno menyatakan bahwa persepsi tentang pertarungan itu sangat jauh dari kenyataan.
"Pak Kapolri dengan Panglima TNI dengan Jaksa Agung berpelukan mesra dan tidak merengut, senyum katanya. Tetapi yang jelas dipertontonkan pada masyarakat demikian akrabnya," ujar Susno.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa kedekatan ini bukan hanya pencitraan, tetapi sudah terjalin sampai ke jajaran bawah.
Susno yakin bahwa Polri, Kejaksaan, dan KPK sekarang memiliki visi yang sama dalam menjalankan tugas negara.
"Kita yakin demikian akrabnya hubungan antara, bukan pimpinannya. Kita lihat pada lini bawah, Direktur ke bawah, antara penyidik dan penuntut di Kejaksaan dengan penyidik Polri dan penyidik KPK, mengapa akrab karena mereka sudah satu bahasa," sambungnya.
Menurut Susno, "satu bahasa" itu adalah komitmen mereka untuk memberantas korupsi.
Fokus mereka bukan saling menjatuhkan, tapi bersatu melawan musuh yang nyata.
"Mereka sudah mempunyai musuh yang sama, yaitu koruptor dan perbuatan korupsi, dimana mereka dididik ini, di candra di mula mereka lebih dari 4 tahun yaitu di KPK," imbuh Susno.
Apresiasi Terhadap Jajaran Penyidik
Dalam kesempatan itu, Susno juga memberi apresiasi kepada jajaran penyidik Polri.
Ia menganggap keberhasilan mereka dalam mengungkap kasus dengan kerugian negara yang besar adalah bukti profesionalisme.
Bagi Susno, pencapaian ini menjadi tamparan bagi pihak-pihak yang menyebarkan isu perpecahan.
"Dengan perkara ini, selain mengungkap perkara cukup besar, akan banyak bantahan dan banyak apa-apa yang kita salah persepsi terungkap. Contohnya, pertama ada persepsi perang bintang, perang bulan, perang matahari bertabrakan," tegasnya.
Pernyataan Susno menekankan bahwa proses hukum terhadap eks Jampidsus Febrie Adriansyah perlu dilihat secara objektif.
Publik diminta untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh spekulasi yang beredar.
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: democrazy.id (17/07/2026)
0 Komentar