
- Djaka Budi, Direktur Jenderal Bea dan Cukai, terlibat dalam skandal pertemuan rahasia dengan pengusaha impor John Field di hotel mewah tanpa undangan resmi.
- Pertemuan berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta, di mana John Field harus menunggu untuk bertemu Djaka Budi dan diberi peringatan untuk mematuhi aturan tertentu.
- John juga mengakui adanya pertemuan lanjutan di Hotel Four Seasons yang berujung pada pemberian suap kepada pejabat DJBC untuk mendapatkan prioritas pemeriksaan kontainer.
Sebuah skandal besar baru saja terungkap, berhubungan dengan Djaka Budi, yang merupakan Direktur Jenderal Bea dan Cukai, dan bos Blueray Cargo, John Field.
Pertemuan Tertutup yang Mengejutkan
Menyimak pemberitaan dari democrazy.id pada 21/07/2026, John Field mengungkap fakta mengejutkan tentang pertemuan rahasia antara pengusaha impor dan Djaka Budi.
Di persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, John menyatakan bahwa pertemuan ini berlangsung di hotel mewah tanpa undangan resmi.
Kesaksian tersebut diungkapkan dalam sidang yang diadakan pada Selasa, 21 Juli 2026.
John juga membenarkan bahwa komunikasi untuk hadir dalam pertemuan itu hanya dilakukan secara informal melalui pesan singkat oleh pejabat Bea Cukai, Orlando Hamonangan, tanpa mekanisme surat resmi.
"Tidak ada undangan resminya," ungkap John dalam sidang tersebut.
Rincian Pertemuan di Jakarta
John menceritakan bahwa pertemuan ketiga ini diketahui berlangsung sekitar bulan Juli di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.
Ia hadir sejak siang menjelang sore, namun baru bisa bertemu dengan Djaka Budi sekitar pukul 23.00 WIB karena harus mengantre bersama pengusaha lain yang hadir.
Pertemuan tersebut dilakukan secara individual, dan John mengaku diberi peringatan untuk mematuhi aturan tertentu agar tidak ditindak oleh pejabat kepabeanan lainnya.
"Iya, betul," kata John saat jaksa memastikan dirinya sempat diarahkan untuk berkoordinasi dengan tersangka lainnya setelah pertemuan singkat dengan Djaka Budi.
Pertemuan Lanjutan dan Uang Suap
Selanjutnya, John mengungkap adanya pertemuan lanjutan pada 14 Oktober 2025 di kafe Hotel Four Seasons, Jakarta.
Berbeda dari sebelumnya, pada pertemuan ini sejumlah pengusaha impor dikumpulkan dalam forum yang dikemas sebagai acara silaturahmi.
Dalam forum tersebut, para pengusaha diminta untuk menyampaikan kendala operasional yang mereka hadapi, termasuk masalah biaya demurrage.
"Betul, Pak," tegas John, menyatakan bahwa ia turut hadir dalam forum ini bersama pengusaha lain seperti James Mondong dan Ricky Joki Robert.
Dalam sidang yang sama, John juga mengakui telah memberikan uang suap kepada beberapa pejabat DJBC agar kontainer perusahaannya mendapatkan prioritas pemeriksaan.
Kesimpulannya, skandal ini menunjukkan kompleksitas hubungan antara pengusaha dan pejabat pemerintah yang perlu dicermati lebih lanjut.
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: democrazy.id (21/07/2026)
0 Komentar