
- Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat, memimpin survei elektabilitas calon presiden 2029 dengan dukungan 35%, jauh di atas Prabowo Subianto yang hanya 14,5%.
- Peningkatan elektabilitas Dedi dipengaruhi oleh eksposur media sosial dan kepuasan publik yang tinggi terhadap kinerjanya sebagai gubernur.
- Prabowo Subianto menghadapi penurunan kepuasan masyarakat yang kini hanya 51,1%, dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, membuat persaingan menuju Pilpres 2029 semakin ketat.
Peta politik menuju Pemilihan Presiden 2029 mulai menunjukkan perubahan menarik.
Survei Menunjukkan Dedi Mulyadi Unggul
Menyimak pemberitaan dari gelora.co pada 2026-07-30, dua lembaga survei, yaitu Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dan Indikator Politik Indonesia, mencatat nama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, berada di posisi teratas dalam simulasi elektabilitas calon presiden.
Dalam simulasi tersebut, Dedi Mulyadi mendapat dukungan 35 persen, sedangkan Prabowo Subianto hanya 14,5 persen.
Hasil ini cukup mencolok karena menunjukkan pergeseran signifikan dibandingkan peta politik sebelumnya.
Kompas juga melaporkan bahwa Dedi Mulyadi unggul atas Prabowo dalam beberapa simulasi berdasarkan hasil survei kedua lembaga tersebut.
Faktor Meningkatnya Elektabilitas Dedi
Meningkatnya elektabilitas Dedi Mulyadi tidak terlepas dari tingginya eksposur publik.
Aktivitasnya di media sosial, pendekatan langsung ke masyarakat, dan gaya komunikasi yang sederhana dinilai membantu memperkuat kedekatan dengan pemilih.
Sebagai Gubernur Jawa Barat, Dedi juga meraih tingkat kepuasan publik yang tinggi di berbagai survei sebelumnya.
Popularitas ini berkontribusi pada peningkatan elektabilitasnya dalam simulasi Pilpres 2029.
Kondisi Prabowo dan Tantangan yang Dihadapi
Di sisi lain, hasil survei SMRC terbaru menunjukkan penurunan kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto, yang kini hanya sekitar 51,1 persen.
Penurunan ini terjadi dibanding survei sebelumnya, dengan kondisi ekonomi menjadi faktor utama yang memengaruhi penilaian publik.
Penurunan kepuasan terhadap pemerintah diyakini turut memengaruhi simulasi elektabilitas calon presiden.
Namun, masih terlalu awal untuk menyimpulkan arah Pilpres 2029 karena tahapan pemilu belum dimulai.
Meski demikian, hasil survei menunjukkan Dedi Mulyadi unggul dalam simulasi tertentu.
Para peneliti mengingatkan bahwa elektabilitas bisa berubah seiring dengan perkembangan politik, kondisi ekonomi, serta munculnya figur-figur baru menjelang Pilpres 2029.
Survei pada dasarnya hanya menggambarkan preferensi responden pada saat pengambilan data, bukan hasil akhir pemilihan.
Dengan demikian, temuan SMRC dan Indikator menjadi sinyal bahwa persaingan menuju Pilpres 2029 mulai menghangat.
Nama Dedi Mulyadi kini mencuat sebagai salah satu figur yang memiliki daya saing kuat, sedangkan Prabowo menghadapi tantangan untuk mempertahankan dukungan publik di tengah dinamika ekonomi dan politik nasional.
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: gelora.co (2026-07-30)
0 Komentar