- Pernyataan Prabowo tentang "londo ireng" memicu perbincangan di media dan sosial, terkait sejarah keluarganya.
- Buyut Prabowo, Benjamin Thomas Sigar, terlibat dalam perang Jawa dan dikenal sebagai pemimpin pasukan kolonial Hindia Belanda.
- Pegiat media sosial meminta klarifikasi dari Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) mengenai pernyataan Prabowo yang dianggap menstempel jurnalis dan LSM.
Pernyataan Presiden Prabowo Subianto tentang "londo ireng" tengah menjadi perbincangan hangat di berbagai media dan sosial.
Sejarah Buyut Prabowo
Mengutip pemberitaan dari gelora.co pada 2026-07-26, buyut Prabowo yang dimaksud adalah Benjamin Thomas Sigar, yang berasal dari garis keturunan ibunya, Dora Marie Sigar.
Bode Grey Talumewo, generasi kelima dari Benjamin Thomas Sigar, pernah menjabat sebagai Kapiten Langowam.
Benjamin dikabarkan memimpin pasukan Tulungan selama perang Jawa antara 1825 hingga 1830, yang merupakan pasukan kolonial Hindia Belanda yang didirikan dengan melibatkan pribumi.
Pasukan ini ditugaskan pada tahun 1829 untuk menumpas perlawanan rakyat Jawa, termasuk Pangeran Diponegoro.
Keluarga Prabowo juga dikenal berkhidmat pada pemerintah Hindia Belanda dengan menjabat posisi penting.
Contohnya, kakek Prabowo dari pihak ibu, Frederik Laurens Sigar, pernah menjabat sebagai Gemeenteraad Manado dari tahun 1920 hingga 1922, dan sebagai Sekretaris Residen Manado antara tahun 1922 hingga 1924.
Narasi mengenai buyut Prabowo ini kini beredar luas di media sosial.
Cuitan lama Prabowo saat melayat ke makam Benjamin Thomas Sigar kembali diperbincangkan.
Cuitan itu diunggah pada 22 Desember 2012, disertai foto Prabowo muda bersama orang tua saat melayat.
“Waktu itu usia saya 17 tahun. Saya ikut melayat ke makam Opa Benyamin Thomas Sigar bersama Alm. Ayah dan Alm. Bunda,” tulis Prabowo, dikutip pada 25 Juli 2026.
3. Waktu itu usia saya 17 tahun. Saya ikut melayat ke makam Opa Benyamin Thomas Sigar bersama Alm. Ayah dan Alm. Bunda pic.twitter.com/fTaLd2aR
— Prabowo Subianto (@prabowo) December 22, 2012
Klarifikasi dari Bakom Diharapkan
Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) diminta untuk memberikan klarifikasi mengenai isu ini.
Menurut pegiat media sosial Ferry Koto, pernyataan Prabowo seakan memberi cap pada jurnalis, pengamat, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) lain.
“Memang menstempel orang negatif itu tidak baik. Ibaratnya satu jari menunjuk ke orang, empat jari lain menunjuk ke diri sendir,” kata Ferry dalam unggahannya di X.
Ferry mengungkapkan bahwa banyak yang menyebut bahwa buyut Prabowo lah yang merupakan "londo ireng," jika dilihat dari sisi sejarah.
“Soal 'Londo Ireng' ini sekarang malah ramai warganet membongkar silsilah keluarga Pak @prabowo yang justru diduga adalah 'Londo Ireng' dalam arti bekerja membantu penjajah, dibanding membela nusantara yang dijajah,” ujarnya.
Dia pun meminta Bakom untuk menjawab pertanyaan seputar isu yang beredar.
Kesimpulan
Isu mengenai buyut Prabowo dan keterlibatannya di masa lalu masih menjadi topik hangat yang menarik perhatian banyak orang.
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: gelora.co (2026-07-26)
0 Komentar