Bocah SD dari Boyolali Berhasil Temukan Celah Keamanan Situs NASA

📌 Ringkasan Berita:
  • Ibrahim Al Abrar, bocah SD dari Boyolali, berhasil melaporkan celah keamanan di situs NASA dan menerima surat apresiasi resmi.
  • Di usia 12 tahun, Ibra mempelajari cybersecurity secara otodidak dan terinspirasi oleh berita tentang penemuan bug di sistem NASA.
  • Ayahnya, Aminudin, merasa bangga dan berharap pencapaian Ibra bisa memotivasi anak-anak lain untuk belajar di bidang teknologi.

Kabar menarik datang dari Boyolali, di mana seorang bocah SD berhasil membuat gebrakan dengan melaporkan celah keamanan di situs NASA.

Apresiasi dari NASA

Mengutip pemberitaan dari democrazy.id pada 17/07/2026, seorang anak kelas 6 SD di Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, mendapat surat apresiasi resmi dari National Aeronautics and Space Administration (NASA) setelah melaporkan adanya bug atau celah keamanan pada sistem atau domain publik NASA.

Anak tersebut adalah Ibrahim Al Abrar, yang merupakan putra kedua dari pasangan Aminuddin Salas dan Hannisa Oktaviani, warga Desa Genengsari, Kecamatan Kemusu.

Aminudin adalah guru Teknik Komputer dan Jaringan di SMKN Kemusu, sementara ibunya adalah ibu rumah tangga.

Di usia yang masih muda, siswa SDN 3 Genengsari ini sudah mempelajari dunia cybersecurity dengan serius.

Ibra, yang akan merayakan ulang tahun ke-12 pada 25 Juli 2026, mendapatkan surat apresiasi resmi dari NASA pada 9 Juli 2026.

Dengan kemampuan di bidang cybersecurity yang dipelajari secara otodidak, Ibra berhasil menemukan dan melaporkan kerentanan keamanan kepada Vulnerability Disclosure Policy NASA.

Setelah laporan itu diverifikasi, NASA mengirimkan surat sebagai tanda penghargaan atas kontribusinya dalam meningkatkan keamanan sistem mereka.

"Alhamdulillah, senang," kata Ibra saat diwawancara pada 17/7/2026.

Ibra menjelaskan bahwa dia menemukan celah keamanan tersebut setelah belajar tentang cybersecurity secara mandiri.

Dia terinspirasi dengan membuka berita-berita tentang orang yang berhasil menemukan celah keamanan sistem di NASA.

Setelah beberapa kali mengirim laporan, akhirnya temuan Ibra terverifikasi dan mendapat surat apresiasi dari NASA.

"Dapat apresiasi berupa sertifikat," tambah Ibra yang bercita-cita menjadi cybersecurity profesional.

Sebagaimana anak-anak seusianya, Ibra awalnya lebih suka bermain game saat memegang handphone.

Namun, seiring waktu, dia mulai belajar membuat game sendiri.

Keinginannya semakin besar, dan dia mulai mendalami cybersecurity.

"Cybersecurity itu dapat saran-saran kakak-kakak online," imbuhnya.

Ibra juga mengakui bahwa dia mengalami kesulitan saat belajar teknologi informasi, terutama karena belum paham penuh materi.

Dia sering belajar melalui tutorial di YouTube maupun menggunakan AI.

Ibra juga pernah mencoba membuat game sebagai bagian dari proses belajarnya.

Ayah Ibra, Aminudin, merasa bangga dengan pencapaian anaknya, yang awalnya belajar coding dan baru tahun ini tertarik pada cybersecurity.

"Kemarin bisa dapat sertifikat NASA itu karena nyari kerentanan di web NASA. Menemukan broken link hijacking. Terus dilaporkan lewat VDP. Lapornya sebenarnya sudah hampir 2 bulan, tapi baru dibalas tanggal 9 Juli, dapat sertifikat itu," ungkap Aminudin.

Aminudin berharap Ibra semakin semangat dalam belajar dan pencapaian ini bisa memotivasi anak-anak lain yang juga mencintai bidang IT.

Karena saat ini belajar semakin dimudahkan, makin banyak cara untuk mengasah kemampuan di dunia teknologi.

Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!




Sumber: democrazy.id (17/07/2026)

0 Komentar

Produk Sponsor