
- Ahmad Khozinudin merasa tersinggung dengan sebutan "si Udin" yang dilontarkan Refly Harun dalam siniar, menganggapnya merendahkan.
- Ketegangan antara Khozinudin dan Refly terkait kasus ijazah palsu Jokowi semakin memanas, dengan Khozinudin menolak langkah mediasi yang diusulkan Refly.
- Khozinudin menegaskan bahwa kritiknya terhadap Refly mewakili sikap seluruh tim advokasi yang ia pimpin, menekankan pentingnya menyelesaikan masalah di pengadilan.
Ahmad Khozinudin lagi-lagi menunjukkan ketidakpuasannya terhadap Refly Harun yang menyebutnya dengan nama panggilan "si Udin".
Awal Mula Konflik Refly dan Khozinudin
Hubungan antara Ahmad Khozinudin dan Refly Harun yang merupakan kuasa hukum dalam kasus ijazah palsu mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedang dalam kondisi tegang.
Khozinudin saat ini tergabung dalam Tim Advokasi Anti Kriminalisasi Akademisi & Aktivis, sedangkan Refly berada di Tim TalkHAM.
Sebelumnya, Khozinudin malah mengeluarkan Abdul Gafur Sangadji dari timnya karena merasa Gafur berpindah ke pihak Refly.
Dia juga tidak setuju dengan langkah Refly yang mengajukan praperadilan untuk menguji keabsahan penangkapan Roy Suryo.
Pemicu Kemarahan Ahmad Khozinudin
Dalam episode siniar Madilog yang tayang di YouTube, Refly beberapa kali menyebut Khozinudin dengan "si Udin".
“Nah, itu si Udin enggak tabayun dan sama sekali mengungkapkan sesuatu yang tidak faktual,” kata Refly dalam siniar tersebut.
Khozinudin merasa tersinggung karena merasa dipanggil dengan sebutan yang merendahkan.
“Dalam pengantar podcast ada kutipan seorang tokoh sekelas RH menyematkan panggilan peyoratif kepada penulis dengan sebutan 'Si Udin'. Sesuatu, yang makin meneguhkan kesimpulan penulis bahwa RH mungkin saja ahli hukum tata negara, namun sikapnya yang merendahkan penulis dapat disimpulkan bahwa RH tak punya etika dan tata krama,” ungkap Khozinudin di media sosialnya.
Dia menegaskan bahwa nama Ahmad Khozinudin yang diberikan orang tuanya memiliki makna yang baik.
“Lalu, dengan entengnya (meski dengan nada rendah dan kalimat datar), RH mengubah nama penulis dengan sebutan 'si Udin'. Mungkin, penulis disetarakan dengan hewan seperti si kancil yang suka mencuri timun. Atau, si pengemis, si penjahat, si pengamen, atau sebutan lain yang lazim digunakan untuk merendahkan,” jelasnya.
Khozinudin menambahkan bahwa meskipun dia marah, dia tetap memanggil Refly dengan nama yang sesuai.
Dia menyatakan bahwa keluhannya terhadap Refly ini mewakili sikap seluruh advokat di Tim Advokasi Anti Kriminalisasi Akademisi & Aktivis.
Isu Mediasi yang Menghangat
Mengutip pemberitaan dari democrazy.id pada 07/07/2026, Khozinudin menganggap bahwa ketegangan ini berasal dari kritik terbuka yang ia lontarkan.
Khozinudin menuduh Refly ingin mendorong upaya mediasi dengan pihak Jokowi.
Dia menyatakan bahwa Refly pernah mengajak sejumlah tokoh seperti Roy Suryo dan dokter Tifa untuk bertemu dengan Jimly Asshiddiqie.
Pertemuan itu berlangsung saat Jimly masih menjabat sebagai Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri di era Presiden Prabowo Subianto.
Khozinudin menegaskan bahwa ia sama sekali tidak setuju dengan langkah mediasi yang diusulkan.
Ia berargumen bahwa jika tim hukum yakin ada dugaan ijazah palsu, masalah tersebut seharusnya diselesaikan di pengadilan, bukan melalui negosiasi.
Kesimpulannya, perseteruan antara Khozinudin dan Refly mencerminkan dinamika yang kompleks dalam dunia hukum dan advokasi.
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: democrazy.id (07/07/2026)
0 Komentar