
- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi sorotan setelah dugaan korupsi melibatkan petinggi Badan Gizi Nasional dan yayasan mitra yang terafiliasi dengan partai politik.
- Dari 102 yayasan mitra MBG, 27,45% terhubung dengan partai politik, dengan Gerindra sebagai yang terbanyak, dan juga melibatkan aparat penegak hukum serta tokoh militer.
- Indonesia Corruption Watch (ICW) mengungkap potensi keuntungan besar bagi yayasan dari program ini, yang dapat mencapai Rp 198 triliun dalam 5 tahun jika terus berlanjut.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) lagi jadi perbincangan hangat belakangan ini, terutama setelah muncul dugaan korupsi yang melibatkan petinggi Badan Gizi Nasional (BGN).
Dugaan Korupsi yang Menghebohkan
Melansir pemberitaan dari democrazy.id pada 17/06/2026, warganet juga mengungkap temuan dari Indonesia Corruption Watch (ICW) soal yayasan mitra MBG yang dikaitkan dengan partai politik dan aparat penegak hukum.
Salah satu pengguna X, @sibam*****, menghitung potensi keuntungan yayasan dari tiap porsi makanan MBG.
“Setiap 1 porsi MBG ada potongan Rp 2.500 untuk yayasan. Dalam 1 hari ada 60 juta porsi MBG. 60 juta porsi x Rp 2.500 = Rp 150 M. 22 hari x Rp 150 M = Rp 3.3 T. 12 Bulan x Rp 3.3 T = 39.6 T,” tulis netizen tersebut, dikutip Selasa (16/6).
“Jika program ini berlanjut sampai 5 tahun. 5 tahun x Rp 39.6 T = Rp 198 T. Berarti ada uang negara sebesar itu masuk ke yayasan-yayasan yang menaungi dapur MBG,” imbuhnya.
Temuan Data ICW
Berdasarkan data ICW, dari 102 yayasan mitra MBG, sebanyak 27,45% terafiliasi politik.
Gerindra mendominasi dengan 7 yayasan atau 25% dari total yayasan yang terafiliasi.
Partai lain yang tercatat antara lain PKS (5 yayasan), PAN (4 yayasan), PDIP (3 yayasan), dan NasDem (3 yayasan).
PSI, Hanura, dan Partai Berkarya masing-masing memiliki 2 yayasan, sedangkan PPP, PKB, PBB, Demokrat, serta Partai Swara Rakyat Indonesia tercatat masing-masing 1 yayasan.
ICW juga menyoroti keterlibatan aparat dan purnawirawan dalam yayasan tersebut.
Yayasan Kemala Bhayangkari, yang diinisiasi oleh Martha Dwi Maryani (istri Wakapolri) dan Juliati Sapta Dwi (istri Kapolri Jenderal Listyo Sigit), tercatat sebagai salah satu penggerak MBG.
Sementara itu, Yayasan Inklusi Pelita Bangsa yang meluncurkan program MBG-Swasta sejak April 2025 diduga melibatkan pejabat aktif dari Kejaksaan RI.
Tokoh militer juga terlibat, seperti mantan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu yang menjabat ketua/pembina Yayasan Mualaf Indonesia Timur.
ICW mencatat adanya purnawirawan dan perwira aktif TNI lainnya di yayasan mitra MBG.
Temuan tersebut ada dalam laporan investigasi resmi ICW berjudul “Ada Siapa di Balik MBG? Politik Patronase Untuk Memperkuat Dukungan.”
Afiliasi yang Mencengangkan
Sebuah kicauan di Twitter mengungkapkan, "Gurita kepentingan di balik Makan Bergizi Gratis (MBG) akhirnya dibongkar ICW. Dari sampel 102 yayasan mitra, ditemukan afiliasi ngeri-ngeri sedap:
• 28 yayasan terafiliasi Parpol
• 18 Pebisnis Swasta
• 12 Birokrasi
• 9 Relawan Pilpres
Sisanya terhubung ke militer & eks…"
— kiv z (@triwul82) June 16, 2026
Isu ini tentunya menarik perhatian banyak orang untuk lebih mendalami aliran dana yang terlibat dalam program ini.
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: democrazy.id (17/06/2026)
0 Komentar