
Evaluasi Program Strategis
Melansir pemberitaan dari gelora.co pada 2026-06-11, analis kebijakan publik Muhammad Said Didu mengatakan bahwa masalah di BGN menunjukkan pentingnya penguatan tata kelola dan pengawasan bagi program prioritas nasional. Said Didu mengungkapkan, "Saya melihat Prabowo betul-betul merasa dikhianati oleh orang yang dipercaya," saat berbicara dalam Diskusi Media Buka Fakta di Jakarta pada tanggal 10 Juni 2026. Dia juga menekankan bahwa langkah penegakan hukum terhadap pejabat BGN menjadi tanda bahwa loyalitas saja tidak cukup untuk menempatkan seseorang di posisi publik. Menurut Said, kompetensi, integritas, dan kemampuan dalam menjalankan tata kelola yang baik itu harus jadi pertimbangan utama saat mengelola program pemerintah yang melibatkan anggaran besar. Said melihat ada kecenderungan pemerintah mulai lebih terbuka terhadap kritik yang ada di masyarakat, terutama terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dia menambahkan, "Saya melihat Prabowo mulai realistis dan mulai mendengarkan kritik masyarakat," yang menunjukkan perubahan positif dalam sikap pemerintah. Meski ada kritik terhadap tata kelola pelaksanaan program, Said tetap mendukung MBG karena tujuan program ini baik untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Namun, dia juga menekankan pentingnya perbaikan dalam pelaksanaan program agar penggunaan anggaran bisa lebih efektif dan tepat sasaran, dengan memprioritaskan penerima manfaat yang benar-benar membutuhkan. Said juga mendukung penggunaan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk membantu pembiayaan program MBG, dan menegaskan, "Itu lebih nyata manfaatnya kepada rakyat," pungkasnya. Kesimpulannya, kasus ini mengajak kita semua untuk berpikir tentang pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan program pemerintah. Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!Sumber: gelora.co (2026-06-11)
0 Komentar