Rudal Nuklir Asia Serang Target, Korban Jiwa Terus Bertambah

📌 Ringkasan Berita:
  • Pasukan keamanan Pakistan melancarkan serangan udara dan operasi darat yang menewaskan 29 milisi bersenjata sebagai respons terhadap aksi teror baru-baru ini.
  • Serangan ini menghancurkan tiga target penting di Afghanistan, namun memicu protes dari pemerintah Taliban yang mengklaim banyak warga sipil menjadi korban.
  • Ketegangan antara Pakistan dan Afghanistan meningkat, dengan hubungan diplomatik yang memburuk dan upaya mediasi internasional yang belum membuahkan hasil.

Pasukan keamanan Pakistan baru-baru ini meluncurkan serangan udara dan operasi darat yang mengakibatkan setidaknya 29 milisi bersenjata tewas pada hari Minggu.

Operasi besar ini merupakan respons terhadap serangkaian aksi teror yang terjadi di negara tersebut akhir-akhir ini.

Target yang Dihancurkan

Menyimak pemberitaan dari democrazy.id pada 29/06/2026, Menteri Informasi Pakistan, Attaullah Tarar, mengonfirmasi bahwa jet tempur mereka berhasil menghancurkan tiga target penting di provinsi Paktia, Paktika, dan Kunar di wilayah timur Afganistan.

Operasi ini secara spesifik membidik tempat persembunyian kelompok militan Taliban Pakistan (TTP) dan sekutunya.

“Tiga target di Paktia, Paktika, dan Kunar berhasil dihancurkan selama serangan presisi,” ungkap Tarar melalui akun media sosial X miliknya.

Namun, serangan militer ini memicu protes keras dari pihak Kabul, dengan Wakil Juru Bicara Pemerintah Taliban Afganistan, Hamdullah Fitrat, mengklaim bahwa serangan udara tersebut menewaskan sedikitnya 36 warga sipil dan melukai 163 orang lainnya.

Agresi lintas batas ini terjadi hanya sehari setelah serangan terhadap markas pasukan paramiliter Rangers di Karachi, di mana tiga tentara dilaporkan tewas.

Pada insiden di Karachi itu, pasukan keamanan berhasil menembak mati tiga pelaku dan menangkap satu penyerang lainnya yang terluka, yang diidentifikasi sebagai warga negara Afganistan.

Kelompok Jamaat-ul-Ahrar, yang merupakan faksi pecahan dari Taliban Pakistan, mengklaim bertanggung jawab atas serangan di pangkalan militer tersebut.

Ketegangan Diplomatik Dua Negara Tetangga

Eskalasi militer terbaru ini berpotensi memperburuk hubungan diplomatik yang sudah tegang antara Islamabad dan Kabul.

Serangan terbaru ini terjadi kurang dari tiga minggu setelah militer Pakistan melakukan aksi serupa, mengakhiri masa tenang singkat setelah perang terbuka antara kedua negara.

Hubungan kedua negara ini, yang dulunya bersekutu, terus memburuk dan terjebak dalam serangan balasan yang fatal sejak Februari lalu, dengan ratusan orang tewas di wilayah perbatasan.

Upaya internasional untuk mendamaikan kedua pihak sering kali menemui jalan buntu tanpa hasil yang signifikan untuk gencatan senjata permanen.

Pemerintah China sempat berperan sebagai mediator dengan menjamu perwakilan kedua negara, di mana Pakistan dan Afganistan menyatakan kesepakatan untuk mencari solusi damai.

Meskipun demikian, Pakistan tetap menuduh rezim Taliban Afganistan sengaja menyembunyikan para milisi TTP yang sering melakukan aksi teror di dalam negeri.

Melihat situasi ini, penting untuk kita diskusikan lebih jauh mengenai dampak dari konflik ini terhadap stabilitas regional. Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!




Sumber: democrazy.id (29/06/2026)

0 Komentar

Produk Sponsor