Reformasi 1998 Terpuruk, Sudirman Said Soroti Kepemimpinan Jokowi

📌 Ringkasan Berita:
  • Indonesia menghadapi tantangan besar dalam tata kelola di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, dengan kemunduran serius dari capaian reformasi 1998.
  • Sudirman Said mengidentifikasi tiga defisit yang menghantui bangsa: moralitas, intelektual, dan spiritual, yang berasal dari kepemimpinan yang kurang menjadi teladan.
  • Perbaikan kepemimpinan diperlukan, dengan penekanan pada model kepemimpinan institusional, kolektif, dan intrinsik untuk mengatasi masalah tata kelola.

Indonesia saat ini menghadapi tantangan besar dalam tata kelola yang diungkapkan oleh Sudirman Said dan Agus Rahardjo dalam sebuah pertemuan di Universitas Harkat Negeri, Jawa Tengah.

Kemunduran Reformasi yang Serius

Menyimak pemberitaan dari gelora.co pada 2026-06-25, Sudirman Said, yang menjabat sebagai Menteri ESDM antara 2014-2016, menyatakan bahwa Indonesia sedang berada di era kegelapan di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Dia menyebutkan bahwa "Capaian reformasi 1998 sedang mengalami kemunduran serius," dan ini menunjukkan kondisi yang memprihatinkan dalam tata kelola negara.

Tiga Defisit yang Menghantui

Sudirman menjelaskan bahwa bangsa ini tengah mengalami tiga defisit sekaligus: defisit moralitas dan etika bernegara, defisit intelektual, dan defisit spiritual.

Menurutnya, akar permasalahan ada pada kepemimpinan nasional yang tidak menyadari peran pentingnya sebagai teladan.

Pentingnya Perbaikan Kepemimpinan

Ia merujuk pada buku Marcus Mietzner, Ruling Indonesia, yang menyoroti bahwa kepemimpinan merupakan sumber masalah dalam tata kelola.

Karena pemimpin yang menciptakan kerusakan, Sudirman percaya bahwa perbaikan harus dimulai dari aspek kepemimpinan itu sendiri.

Dia juga menawarkan tiga model kepemimpinan yang dibutuhkan Indonesia: kepemimpinan institusional, kepemimpinan kolektif, dan kepemimpinan intrinsik.

Keyakinan di Tengah Ketidakpastian

Sudirman menambahkan bahwa dia tidak percaya pada kejahatan yang sempurna dan juga tidak percaya pada konsep Godfather.

"Yang saya percaya adalah god betulan. Politik itu naik turun, tapi keluhuran akan lestari selamanya," pungkas Sudirman.

Dengan semua pandangan ini, jelas bahwa ada banyak hal yang perlu diperbaiki dalam kepemimpinan dan tata kelola Indonesia.

Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!




Sumber: gelora.co (2026-06-25)

0 Komentar

Produk Sponsor