
- Presiden Prabowo Subianto berencana mereshuffle Kabinet Merah Putih di tengah ketegangan antara PDIP dan Geng Solo.
- PDIP menunjukkan ketidakjelasan posisi politiknya, berusaha menyeimbangkan pengaruh Jokowi terhadap Prabowo.
- Ali Rif'an memperkirakan PDIP bisa bergabung dalam kabinet Prabowo jika pengaruh Geng Solo diakhiri, bukan terhadap Prabowo tetapi lebih kepada Jokowi.
Kabar terbaru tentang Presiden Prabowo Subianto yang bakal mereshuffle Kabinet Merah Putih muncul seiring dengan ketegangan antara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Geng Solo, yang dikenal sebagai kubu Presiden Joko Widodo.
Ketegangan PDIP dan Geng Solo
Menyimak pemberitaan dari gelora.co pada 2026-06-26, Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia (ASI), Ali Rif'an, mengamati bahwa situasi politik mulai menghangat, terutama ketika ada isu bahwa PDIP tidak tegas dalam memilih jalan politik.
Ali menjelaskan bahwa istilah "mitra penyeimbang pemerintah" yang digunakan PDIP menunjukkan ketidakjelasan posisinya sebagai oposisi.
Dia juga menekankan hubungan baik antara Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, dengan Prabowo yang juga merupakan Ketua Umum Partai Gerindra.
"Meskipun harus diakui, posisi PDIP itu dilema, karena hubungan Ibu Mega dengan Pak Prabowo selama ini baik. Beda dengan zaman SBY (Susilo Bambang Yudhoyono Presiden ke-6 RI) yang saat itu hubungannya tidak baik," tutur Ali kepada RMOL di Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026.
Tujuan PDIP dalam Konteks Politik
Ali menilai bahwa sikap PDIP saat ini bertujuan untuk memastikan pengaruh Jokowi tidak terlalu kuat terhadap Prabowo dan pemerintahan yang dipimpinnya.
"Di saat bersamaan, mungkin bisa dibenarkan bahwa posisi PDIP masih berusaha adu pengaruh dengan 'Solo'," ujarnya.
Dia juga memperkirakan bahwa PDIP memiliki peluang untuk masuk ke dalam kabinet, seiring dengan isu reshuffle yang beredar.
Namun, dia meyakini PDIP baru akan bersedia bergabung sebagai koalisi pemerintahan Prabowo jika pengaruh Solo diakhiri.
Ali menjelaskan, "Mungkin saja masih ada peluang PDIP masuk pemerintahan asalkan 'pengaruh Solo' pada Presiden Prabowo dilepas."
PDIP Tak Ingin Prabowo Dikuasai Geng Solo
Lebih lanjut, Ali mencatat bahwa kebencian PDIP bukan ditujukan pada Prabowo, tetapi pada Jokowi.
"Artinya, PDIP khawatir jika benar-benar jadi oposisi dan menjauh dari Prabowo, nanti yang dominan adalah 'Geng Solo'," demikian Ali menambahkan.
Dengan situasi politik yang terus berkembang, ketegangan antara PDIP dan Geng Solo akan terus menarik perhatian banyak pihak.
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: gelora.co (2026-06-26)
0 Komentar