OTT di Kantor Imigrasi, Wakil Ketua DPR RI, Andreas: "Kasus Ini Mencoreng Nama Baik Indonesia"

Waduh ada kabar kurang mengenakkan nih dari Kementerian Imigrasi dan Permasyarakatan (Imipas). Kasus korupsi yang muncul di sana bikin Indonesia kehilangan wajah di mata dunia. Yuk, kita cek lebih dalam soal masalah ini!

Masalah yang Menghantui Imigrasi

Menyimak pemberitaan dari gelora.co pada 2026-06-06, kasus korupsi di Kementerian Imigrasi ini dianggap bikin nama Indonesia tercoreng di kancah internasional. Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira, menekankan pentingnya mengisi lembaga keimigrasian dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang bener-bener ahli di bidangnya.

Korupsi yang Mengancam Kepercayaan

Andreas menegaskan bahwa Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK di Kantor Imigrasi Jakarta Barat kembali menunjukkan betapa seriusnya tantangan praktik korupsi di sektor pelayanan publik. “Kasus ini telah mencoreng wajah Indonesia di mata dunia karena berkaitan langsung dengan tata kelola investasi, kepercayaan internasional, dan kredibilitas birokrasi negara,” ungkapnya kepada wartawan. Dia juga menambahkan bahwa dugaan suap dalam pengurusan izin tinggal WNA bukanlah sekedar pelanggaran hukum biasa.

Harapan untuk Proses Hukum yang Transparan

Andreas berharap agar proses hukum dalam kasus ini berjalan dengan transparan dan tuntas. “Tentunya kami di DPR sama seperti publik yang berharap proses hukum berjalan secara transparan dan tuntas,” tegasnya. Selain itu, ada pertanyaan yang lebih besar yang perlu diangkat. “Bagaimana praktik semacam ini bisa terjadi di sektor yang seharusnya menjadi garda terdepan pengawasan lalu lintas orang asing di Indonesia?” lanjutnya.

Andreas juga mengingatkan bahwa pelayanan keimigrasian itu sangat strategis, dan setiap masalah di sektor ini dapat memengaruhi banyak hal. “Jika pengurusan izin tinggal dapat diperjualbelikan melalui praktik suap, maka muncul risiko besar berupa masuknya individu yang tidak memenuhi persyaratan atau bahkan berpotensi mengancam keamanan dan ketertiban,” katanya.

Melihat isu ini, ada beberapa pertanyaan yang menggugah: seberapa efektif kebijakan dan pengawasan di sektor keimigrasian kita? Apakah memang sudah ada langkah nyata untuk mencegah praktik korupsi semacam ini? Atau masih banyak celah yang bisa dimanfaatkan? Menurut kamu gimana tentang kebijakan ini? Apakah sudah pas atau masih banyak bolongnya? Yuk, diskusi atau share pendapat kamu!




Sumber: gelora.co (2026-06-06)

0 Komentar

Produk Sponsor