
BUMN dan Rakyat
Lebih parahnya lagi, BUMN malah jadi perusahaan yang cari keuntungan dari rakyat, padahal rakyat yang seharusnya jadi pemiliknya. BUMN didirikan bukan dari modal asing atau konglomerat, tapi dari pajak dan sumber daya milik rakyat. Jadi, ketika BUMN memanfaatkan rakyat untuk cari untung, itu udah merusak fungsi dasarnya. BUMN seharusnya jadi alat negara buat melayani masyarakat, bukan korporasi yang memperlakukan rakyat sebagai ladang untuk profit.Orientasi Laba vs Pelayanan
Memang penting buat BUMN dapat untung, tapi itu harus berasal dari pelayanan yang baik, bukan dari mengorbankan kepentingan publik. Kalau orientasi laba lebih penting daripada fungsi pelayanan, berarti BUMN udah menjauh dari cita-cita pendiriannya. Hal yang sama juga terjadi di sektor transportasi yang dikuasai negara. Jalan tol, kereta api, pelabuhan, dan bandara seharusnya jadi infrastruktur publik yang mempercepat mobilitas dan menurunkan biaya logistik. Tapi, jika semua itu cuma dipandang sebagai mesin pencetak keuntungan, negara udah kehilangan fokus tentang tujuan pembangunan itu sendiri.Pemahaman Negara Maju
Negara-negara maju paham banget akan prinsip ini dan nggak cuma hitung untung-rugi proyek publik secara sempit. Mereka lebih menghargai manfaat ekonomi yang lebih besar, seperti meningkatnya produktivitas dan terbukanya lapangan kerja. Pelabuhan yang murah mungkin nggak bawa untung besar, tapi bisa ciptakan banyak usaha baru. Kereta api yang terjangkau mungkin nggak dapat margin tinggi, tapi bisa gerakkan ekonomi daerah yang tertinggal. Masalah terbesar muncul ketika pemerintah mulai berpikir seperti pedagang, BUMN berpikir seperti korporasi, dan dampaknya terasa langsung ke rakyat. Penting banget bagi kita untuk memahami peran pemerintah dan BUMN dalam perekonomian kita. Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!Sumber: fusilatnews.com (12/06/2026)
0 Komentar