Kerap Sebut Demo Mahasiswa Ditunggangi Asing, Mahfud Tantang Prabowo Ungkap Identitasnya

📌 Ringkasan Berita:
  • Mahfud MD menantang Presiden Prabowo untuk mengungkap siapa yang membiayai demonstrasi mahasiswa yang diduga dibayar.
  • Dia menekankan pentingnya keterbukaan informasi agar publik memahami situasi sebenarnya terkait aksi mahasiswa.
  • Mahfud juga mengingatkan mahasiswa untuk tidak terpecah oleh kelompok-kelompok tandingan dan tetap fokus pada perbaikan yang diperlukan.

Pakar Hukum Tata Negara Mahfud MD menantang Presiden Prabowo Subianto untuk membongkar siapa saja yang terlibat dalam aksi demonstrasi yang diduga dibayar.

Permintaan Terbuka dari Mahfud

Menyimak pemberitaan dari democrazy.id pada 25/06/2026, Mahfud menginginkan agar identitas pihak yang membiayai demonstrasi mahasiswa diungkap ke publik.

Dia bilang kalau memang ada informasi tentang pihak yang membayar, seharusnya itu dibahas secara terbuka.

“Ya harusnya diomongin aja terang-terangan lah. Ini BEM ini dibayar ini, ini yang bayar kan gitu. Mestinya ya Pak Prabowo ungkapkan aja siapa sih yang dibayar, siapa yang membayar?” kata Mahfud kepada wartawan di UGM.

Pentingnya Keterbukaan

Mahfud sendiri mengaku tidak tahu siapa yang dimaksud oleh Prabowo dalam pernyataannya.

Namun, dia menekankan pentingnya keterbukaan supaya publik paham apa yang sebenarnya terjadi.

Dia mengamini bahwa kritik yang disampaikan mahasiswa biasanya dilakukan secara terbuka dengan mencantumkan kebijakan atau institusi yang dikritik.

Hal ini seharusnya juga dilakukan oleh Presiden ketika mengklaim mengetahui adanya demonstrasi berbayar.

“Mahasiswa jelaskan kalau kritik pemerintah nyebut kasusnya, MBG, korupsinya sekian, ini sekian, ini ini, kan disebut, ini pelakunya, kan gitu, ini institusinya,” ucapnya.

“Kalau hanya bilang mahasiswa dibayar, terus siapa yang mau diperbaiki di tengah kita?” imbuhnya.

Sejarah dan Realitas Mahasiswa

Mahfud juga mengingatkan bahwa praktik penyusupan dan pendanaan terhadap kelompok mahasiswa bukanlah hal baru dalam sejarah pergerakan.

Dia memberikan contoh masa lalu di mana ada individu yang berperan ganda sebagai aktivis dan informan sekaligus menerima bayaran.

Meski begitu, Mahfud berpendapat bahwa kelompok-kelompok seperti itu hanya merupakan bagian kecil dari gerakan mahasiswa yang lebih besar.

Dia menambahkan bahwa keberadaan kelompok yang bergerak di luar arus utama biasanya gampang dikenali.

“Sekarang orang yang dibayar tuh ada buzzer kan? Kemudian ada aktivis mahasiswa seperti yang terjadi di Jakarta di UBK itu. Tapi itu arus kecil, arus kecil dan mudah ketahuan juga kan?” tandasnya.

Pesan Mahfud untuk Mahasiswa

Dalam kesempatan ini, Mahfud juga mengingatkan mahasiswa untuk tidak mudah terpecah oleh berbagai kelompok atau organisasi tandingan.

“Sebaiknya mahasiswa tuh jangan mau di pecah-pecah, ada BEM tandingan, ada BEM ini BEM itu gitu. Pokoknya perjuangan aja secara objektif bahwa sekarang perlu perbaikan-perbaikan,” pungkasnya.

Secara keseluruhan, tantangan Mahfud kepada Prabowo menyoroti pentingnya transparansi dalam isu-isu yang berkaitan dengan demonstrasi mahasiswa.

Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!




Sumber: democrazy.id (25/06/2026)

0 Komentar

Produk Sponsor