
Strategi Musik di Era Digital
Menyimak pemberitaan dari gelora.co pada 2026-06-10, Direktur Eksekutif Ethical Politics, Hasyibulloh Mulyawan, bilang kalau langkah ini sangat efektif di zaman digital sekarang. Hasyibulloh mengungkapkan, “Kalau dilihat di era digital dan media sosial, jingle atau musik bisa menjadi sarana untuk meningkatkan popularitas politisi, khususnya lagu ‘MBG’--Mas Bahlil Ganteng.”Desain Lagu untuk Meningkatkan Dukungan
Dia juga menambahkan bahwa lagu ‘MBG’ sudah dirancang dengan baik oleh tim Bahlil untuk meningkatkan suara elektoralnya. Hasyibulloh menjelaskan, “Dengan munculnya lagu Mas Bahlil Ganteng ini saya lihat bukan sesuatu yang muncul begitu saja, tapi memang ada agenda elektoral di dalamnya untuk membentuk persepsi publik, apabila dilihat dari konsep komunikasi politik ini dinamakan pembentukan rantai fantasi publik secara simbolik melalui musik.”Tren Penggunaan Musik oleh Politisi
Hasyibulloh mencatat bahwa cara seperti ini sudah sering dipakai oleh politisi atau calon presiden di pemilu sebelumnya. Dia menambahkan, “Karena kita tahu musik atau lagu menjadi media atau katalisator komunikasi publik yang paling mudah masuk dalam alam bawah sadar pemilih. Kita bisa lihat seperti lagu yang digunakan SBY pada pemilu 2004, Jokowi pada pemilu 2014 ‘Salam 2 Jari dan pada saat pemilu 2024 ‘Oke Gas’ oleh Prabowo, sehingga ini sarana paling efektif untuk meningkatkan popularitas,” pungkasnya. Dengan langkah-langkah yang diambil Bahlil dan lagu MBG, tampaknya strategi ini bakal menarik perhatian menjelang Pilpres 2029. Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!Sumber: gelora.co (2026-06-10)
0 Komentar