Kadisdik Batam Akui Tekan Guru dan Siswa Dukung MBG, Publik Geram

📌 Ringkasan Berita:
  • Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Batam mendapat dukungan luas, namun melibatkan guru dan siswa dalam mobilisasi yang memicu kontroversi.
  • Kekhawatiran muncul dari guru dan wali murid yang merasa pendidikan seharusnya netral dan tidak terlibat dalam politik praktis.
  • Aksi dukungan terhadap MBG muncul setelah demonstrasi mahasiswa yang menuntut evaluasi program, menunjukkan adanya ketegangan di masyarakat terkait isu ini.

Gelombang dukungan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Batam lagi rame, tapi ada yang menarik nih karena melibatkan guru dan siswa.

Mobilisasi yang Kontroversial

Menyimak pemberitaan dari democrazy.id pada 21/06/2026, rencana aksi dukungan pada 21 Juni 2026 ini bikin banyak orang bertanya-tanya karena bakal melibatkan tenaga pendidik dan peserta didik.

Mobilisasi ini konon bakal diikuti oleh sejumlah guru dan siswa dari berbagai sekolah.

Informasi ini pertama kali disampaikan oleh seorang guru yang lebih memilih untuk tetap anonim pada 20 Juni 2026.

Guru tersebut mengungkapkan kekhawatirannya terkait arahan yang diterima oleh kepala sekolah dari Dinas Pendidikan Kota Batam untuk mengerahkan guru dan murid ikut acara yang disebut sebagai jalan santai ini.

"Guru seharusnya fokus menjalankan tugas pendidikan, bukan menjadi bagian dari mobilisasi massa," ujarnya dengan nada cemas.

Ia berpendapat bahwa kegiatan ini ada muatan politiknya, sehingga seharusnya tidak melibatkan aparatur pendidikan.

Kekhawatiran yang sama juga disampaikan oleh seorang wali murid yang merasa tidak nyaman jika anaknya dilibatkan dalam kegiatan politik.

"Anak-anak seharusnya dilindungi dari kepentingan politik praktis," kata wali murid tersebut.

Baik guru maupun wali murid tampaknya memilih untuk merahasiakan identitas mereka karena khawatir akan dampak yang mungkin terjadi pada pekerjaan dan keluarga.

Rencana aksi dukungan terhadap MBG ini muncul hanya dua hari setelah Aliansi Mahasiswa Bergerak (AMB) Kota Batam menggelar demonstrasi di DPRD Kota Batam pada 18 Juni 2026.

Dalam aksinya, mahasiswa mendesak pemerintah untuk mengevaluasi program MBG yang dinilai menguras anggaran cukup besar.

Tidak lama setelah itu, ratusan pekerja dan relawan dapur MBG menggelar aksi balasan untuk mendukung keberlanjutan program tersebut.

Mereka menuntut agar program ini tidak dihambat.

Kemunculan aksi pada Minggu ini menunjukkan bahwa polemik MBG mulai merembet ke berbagai kalangan masyarakat.

Namun, jika benar ada pengerahan guru dan siswa, ini bisa jadi masalah etik.

Banyak yang berpendapat bahwa aparatur pendidikan seharusnya tetap netral.

Mereka tidak seharusnya dilibatkan dalam aktivitas yang bisa dianggap mendukung kepentingan politik tertentu.

"Halo, @Kemdikdasmen! Kenapa hal-hal kotor kayak gini pelaksanaannya atas perintah dinas di bawah naungan kalian?? Kalau cita-cita mencerdaskan anak bangsa gak bisa kalian wujudin at least jangan ngerusak masa kecil mereka dengan cara-cara bodoh kayak gini, bangsat!" tulis akun Twitter @menuembegejelek.

"Aku udah speechless dengan program MBG ini, anak SD disuruh pawai tapi ternyata disuruh demo dukung program MBG," tambah akun Twitter lainnya.

Kesenjangan Antara Dukungan dan Kritikan

Dukungan untuk program ini sangat besar, tapi banyak yang merasa ada yang nggak beres dengan cara mobilisasi ini.

Bagi sebagian orang, kegiatan yang melibatkan siswa dan guru dalam konteks politik dapat merusak misi pendidikan.

Saat ini, sepertinya situasi ini menarik perhatian banyak pihak, baik dari kalangan pendidikan maupun masyarakat pada umumnya.

Kegiatan ini pun jadi sorotan karena bisa menimbulkan pertanyaan tentang integritas pendidikan itu sendiri.

Banyak yang berharap agar pendidikan tetap bisa fokus pada tujuan utamanya tanpa terpengaruh oleh isu politik.

Kesimpulan dan Ajakan Diskusi

Melihat berbagai reaksi yang muncul, jelas bahwa topik ini cukup sensitif dan memicu beragam pendapat.

Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!




Sumber: democrazy.id (21/06/2026)

0 Komentar

Produk Sponsor