
- Joko Widodo mengungkapkan dukungan untuk Prabowo dan Gibran dalam pemilihan mendatang, meski sudah tidak lagi menjabat sebagai presiden.
- Kritikan masyarakat muncul terkait pernyataan Jokowi, dengan beberapa netizen mempertanyakan konsistensinya dalam berpolitik setelah masa jabatannya.
- Gerindra dianggap seharusnya lebih aktif dalam membahas pemilihan mendatang, sementara Jokowi yang justru paling vokal, menunjukkan dinamika politik yang menarik di Indonesia.
Joko Widodo baru-baru ini bikin statement yang bikin banyak orang mikir, karena dia seolah belum mau pensiun dari dunia politik meski udah jadi mantan presiden.
Politik Yang Tak Pernah Padam
Mengutip pemberitaan dari democrazy.id pada 28/06/2026, Jokowi mengungkapkan, "Kan sudah saya sampaikan, Prabowo-Gibran dua periode. Sudah, itu saja."
Pernyataan ini terdengar singkat, tapi membawa beban yang cukup berat.
Seorang mantan presiden yang udah purna tugas dan seharusnya menikmati masa pensiun, malah terlihat aktif mengatur politik kedepan.
Bukan hanya sekadar berbicara sebagai warga biasa, melainkan dia seolah memerintah dan mengarahkan relawan serta partai.
Sikap ini bikin banyak orang bertanya-tanya, kenapa semua ini terasa sangat wajar dan tidak ada perlawanan yang berarti.
Istana pun menjawab dengan pernyataan yang sudah biasa kita dengar: fokus bekerja dulu.
Partai Demokrat juga menyebut bahwa 2029 itu masih jauh, lebih baik fokus ke ekonomi dulu.
Kritikan Masyarakat
Di tengah semua ini, muncul komentar di media sosial yang menunjukkan tanggapan masyarakat.
Seorang netizen menyebut, "Jokowi: “saya akan kembali ke solo sebagai rakyat biasa” —(taikk kucing lah jokowi, mending urus ijazah dulu deh) Sekarang malah jadi BAGINDA JOKOWI, dapet gelar baginda pemuka bangsa."
Sementara itu, PKB menganggap saat ini terlalu awal untuk membahas pemilihan mendatang, karena publik lebih peduli pada program yang sudah berjalan.
PDIP melontarkan pertanyaan tajam tentang kesiapan Prabowo untuk maju, menandakan ada kejanggalan yang perlu diangkat.
Kedudukan Gerindra
Ada anggapan bahwa seharusnya Gerindra sebagai partai presiden lebih layak untuk membahas soal dua periode, bukan Jokowi yang sudah tidak lagi memegang kekuasaan.
Fakta bahwa Jokowi yang paling lantang mengungkapkan hal ini, sementara Gerindra terkesan diam, mengindikasikan ada ketidakpastian di lingkaran kekuasaan.
Semua partai lain tampaknya hanya menunggu, kecuali PDIP yang bersuara lebih tegas.
Sebagai kesimpulan, situasi ini menunjukkan dinamika politik yang menarik di Indonesia dengan banyak spekulasi dan harapan dari berbagai pihak.
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: democrazy.id (28/06/2026)
0 Komentar