Jokowi Kembali Turun Gunung, Dampaknya ke PSI Masih Minim

📌 Ringkasan Berita:
  • Presiden Joko Widodo turun ke lapangan bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI), menarik perhatian publik.
  • Saiful Anam menilai pengaruh Jokowi sebagai dewan pembina PSI tidak maksimal dibandingkan jika ia menjadi ketua umum.
  • Langkah Jokowi dianggap berpotensi menimbulkan pertanyaan publik jika tidak ada tujuan politik yang jelas, serta dapat mempengaruhi etika politik pasca-kekuasaan di Indonesia.

Langkah Presiden Joko Widodo untuk turun ke lapangan bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) jadi sorotan publik.

Analisis dari Saiful Anam

Melansir pemberitaan dari gelora.co pada 2026-06-29, Direktur Pusat Riset Politik, Hukum, dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam, menilai bahwa langkah ini akan menarik perhatian masyarakat.

Dia mengatakan bahwa jika langkah tersebut dikaitkan dengan PSI, publik cenderung bersikap kritis.

"Dengan posisi hanya sebagai dewan pembina, pengaruh Jokowi dinilai tidak akan maksimal jika dibandingkan bila ia memegang kendali langsung sebagai ketua umum," kata Saiful kepada RMOL, Minggu 28 Juni 2026.

Pentingnya Tujuan Politik

Saiful menambahkan bahwa dalam logika politik praktis, posisi simbolik sering kali tidak cukup untuk menggerakkan mesin partai secara signifikan.

Dia menilai hal ini wajar, mengingat peran Jokowi yang dianggap terlalu kecil untuk figur sebesar dirinya yang pernah berada di puncak kekuasaan nasional.

Menurutnya, langkah "turun gunung" tersebut juga berpotensi menimbulkan pertanyaan di masyarakat jika tidak ada tujuan politik yang jelas.

"Publik tidak lagi mudah diyakinkan dengan narasi normatif. Mereka menuntut kejelasan arah dan tujuan. Tanpa itu, setiap langkah politik akan selalu dibaca sebagai bagian dari agenda tersembunyi, bukan pengabdian murni," kata Saiful.

Etika Politik Pasca-Kekuasaan

Saiful juga mengatakan bahwa yang dipertaruhkan bukan hanya citra pribadi Jokowi, tetapi juga standar etika politik pasca-kekuasaan di Indonesia.

"Seorang mantan presiden seharusnya mampu menunjukkan keteladanan dalam melepaskan kekuasaan secara elegan, bukan justru terus berada di orbitnya tanpa kejelasan peran. Jika tidak, maka publik akan terus mempertanyakan ini tentang negara, atau sekadar perpanjangan pengaruh?" pungkas Saiful.

Dengan perkembangan ini, penting untuk memahami bagaimana langkah Jokowi akan memengaruhi PSI dan dinamika politik ke depannya.

Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!




Sumber: gelora.co (2026-06-29)

0 Komentar

Produk Sponsor