
- Kekayaan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, meningkat drastis dari Rp2,44 triliun menjadi Rp2,97 triliun dalam setahun, bertambah Rp537,5 miliar.
- Lonjakan kekayaan ini didorong oleh kepemilikan surat berharga yang mencapai 80% dari total kekayaannya, serta kepemilikan tanah dan bangunan di berbagai daerah.
- Kenaikan harta kekayaan Trenggono memicu diskusi tentang transparansi dan integritas pejabat publik, penting untuk akuntabilitas di kalangan pemimpin negara.
Kenaikan harta kekayaan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, dalam satu tahun terakhir menarik perhatian karena naik drastis lebih dari setengah triliun rupiah.
Kenaikan Signifikan Harta Trenggono
Mengutip pemberitaan dari gelora.co pada 2026-06-16, total kekayaan Trenggono di tahun 2024 tercatat sebesar Rp2,44 triliun.
Namun, setahun kemudian, dalam laporan periodik 2025, total kekayaannya melonjak menjadi Rp2,97 triliun.
Artinya, harta Trenggono bertambah sebesar Rp537,5 miliar hanya dalam waktu satu tahun.
Lonjakan lebih dari setengah triliun rupiah ini membuat kekayaan Trenggono kini nyaris menyentuh angka Rp3 triliun, menempatkannya sebagai salah satu pejabat terkaya di Kabinet Merah Putih pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Fakta ini tentunya mengundang perhatian publik, karena tambahan kekayaan Rp537,5 miliar bukanlah angka kecil.
Jika dirata-ratakan, kenaikan aset Trenggono mencapai sekitar Rp44,7 miliar per bulan atau sekitar Rp1,47 miliar setiap hari sepanjang 2025.
Data LHKPN menunjukkan pada 31 Desember 2024, Trenggono melaporkan total kekayaan Rp2.440.108.106.940 (Rp2,44 triliun).
Sementara pada laporan per 31 Desember 2025, nilai kekayaannya meningkat menjadi Rp2.977.664.298.474 (Rp2,97 triliun).
Dengan demikian, terdapat kenaikan Rp537.556.191.534 (Rp537,55 miliar) atau sekitar 22,03 persen dalam setahun.
Berdasarkan dokumen LHKPN 2025, aset terbesar Trenggono masih berasal dari surat berharga yang nilainya mencapai Rp2.396.832.803.990 (Rp2,39 triliun) atau sekitar 80 persen dari total kekayaannya.
Selain itu, Trenggono juga melaporkan kepemilikan tanah dan bangunan sebanyak 46 bidang senilai Rp118.527.358.159 (Rp118,52 miliar) yang tersebar di Bekasi, Jakarta Selatan, Sragen, Boyolali, Sleman, Cianjur hingga Buleleng.
Untuk alat transportasi dan mesin, Trenggono tercatat memiliki tiga kendaraan dengan total nilai Rp1.414.250.000 (Rp1,41 miliar), terdiri dari Audi RS 5 Sedan tahun 2015 seharga Rp800 juta, Honda Beat Solo tahun 2018 seharga Rp118 juta.
Kekayaan dari Berbagai Sumber
Kekayaan Trenggono menunjukkan diversifikasi aset yang cukup menarik.
Kepemilikan surat berharga menjadi pendorong utama dalam kenaikan total kekayaannya.
Dia juga memiliki berbagai tanah dan bangunan yang tersebar di beberapa daerah.
Sedangkan kendaraan yang dimiliki menambah nilai kekayaan yang sudah cukup signifikan.
Pentingnya Transparansi Kekayaan Pejabat
Data harta kekayaan pejabat publik seperti Trenggono penting untuk menciptakan transparansi dan akuntabilitas.
Masyarakat berhak tahu tentang kekayaan para pemimpin mereka.
Kenaikan harta kekayaan ini bisa menjadi bahan diskusi tentang integritas dan pengelolaan kekayaan pejabat negara.
Kesimpulannya, perkembangan kekayaan Trenggono menciptakan perbincangan mengenai transparansi dan integritas di kalangan pejabat publik.
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: gelora.co (2026-06-16)
0 Komentar