Fahri Prabowo Jadi Wakil Ketua Umum Partai, Transformasi Mengejutkan!

📌 Ringkasan Berita:
  • Fahri Hamzah, Wakil Ketua Umum Partai Gelora, mengajak masyarakat untuk mendiskusikan isu-isu gejolak yang sedang terjadi di bangsa.
  • Dia menyoroti adanya perlawanan dari civil society dan mahasiswa, serta potensi kembalinya otoritarianisme dan penurunan kesejahteraan kelas menengah.
  • Fahri menekankan pentingnya pemahaman situasi saat ini agar publik tidak salah mengambil sikap dalam menghadapi transformasi besar-besaran yang dipimpin Presiden Prabowo.

Kondisi bangsa kita sekarang ini lagi seru-serunya, banyak orang jadi penasaran tentang gejolak yang terjadi, apakah ini masalah serius atau cuma riak kecil yang bisa diabaikan.

Mengutip Pemberitaan dari Gelora.co

Menyimak pemberitaan dari gelora.co pada 2026-06-21, Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia dan Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Perumahan (PKP) Fahri Hamzah menyampaikan hal ini dalam Kajian Pengembangan Kebangsaan yang bertema "Mengenal Transformasi Bangsa".

Fahri bilang, “Ini harus kita diskusikan bersama untuk menjawab isu-isu yang berkembang sekarang, yang sedang hangat. Ada gugatan yang terjadi dilakukan oposisi atau perlawanan yang kuat di kalangan civil society dan mahasiswa," pada Minggu, 21 Juni 2026.

Fahri Mengajak Diskusi

Menurut dia, situasi ini menarik untuk dikaji karena sebagai negara demokratis, semua orang harus berpikir untuk kepentingan bersama, bukan cuma untuk sekelompok orang.

Ia menekankan pentingnya usaha terus-menerus untuk mencerdaskan diri dan mengikuti gagasan-gagasan yang membuat kita jadi warga negara yang baik, sehingga masyarakat yang cerdas bisa tercipta sesuai amanat konstitusi.

Fahri juga mempertanyakan, “Lalu, persoalan apa yang sebenarnya sedang terjadi, apakah peristiwa yang mirip dengan tahun 98?”

Tuduhannya pun muncul, mulai dari kembalinya otoritarianisme, sampai keresahan penurunan kesejahteraan kelas menengah yang meningkat tajam.

Dia menambahkan, “Atau ada isu-isu lain yang di belakang layar. Diduga adanya perlawanan terhadap strategi Presiden Prabowo melakukan transformasi besar-besaran.”

Fahri berharap semua pihak bisa membaca situasi sekarang dengan jelas agar tidak salah mengambil sikap.

Partai Gelora dan Koalisi Pemerintahan

“Partai Gelora sebagai bagian dari koalisi pemerintahan, harus menyampaikan kepada publik. Inilah yang sebenarnya terjadi. Saya mengerti betul pikiran-pikiran Pak Prabowo,” tuturnya.

Fahri juga mengaku sudah lama mengenal Prabowo dan pernah jadi juru bicara dalam tiga kali Pilpres dari empat kali yang diikuti presiden ke-8 itu.

Dia bahkan mempelajari pemikiran keluarga Prabowo, dari kakeknya, Pak Margono, yang merupakan tokoh koperasi dan pendiri Bank BNI, hingga bapaknya, Prof Sumitro.

Fahri mengaku pernah jadi murid langsung Prof Sumitro Djojohadikusumo saat kuliah di Fakultas Ekonomi Indonesia, tempat ayah Presiden Prabowo mengajar.

“Makanya saya bersahabat dengan Pak Prabowo cukup lama dan membaca buku-buku beliau, termasuk soal perumahan rakyat dan ekonomi kerakyatan,” kata Fahri.

Dia menjelaskan bahwa ekonomi kerakyatan adalah ekonomi Pancasila yang lebih mengedepankan kepentingan rakyat dan negara daripada memberikan peluang.

Kesimpulan dan Ajakan Berinteraksi

Kita bisa lihat bahwa diskusi tentang transformasi besar-besaran ini memang menarik dan berpotensi mempengaruhi banyak orang.

Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!




Sumber: gelora.co (2026-06-21)

0 Komentar

Produk Sponsor