
- Tere Liye mengkritik gerakan "BEM Bersatu" yang mencatut nama organisasi mahasiswa tanpa mandat sah dari kampus.
- Ia menyoroti adanya bantahan resmi dari pihak kampus terkait klaim yang dibuat oleh kelompok tersebut.
- Tere menantang oknum mahasiswa untuk membuktikan keabsahan klaim mereka di publik, mengingat banyak dukungan yang tidak berdasarkan fakta.
Penulis terkenal Tere Liye baru-baru ini memberikan kritik tajam kepada sekelompok orang yang menggelar konferensi pers dengan nama "BEM Bersatu".
Mengungkap Masalah Mandat Palsu
Melansir pemberitaan dari democrazy.id pada 18/06/2026, Tere Liye menunjukkan keprihatinan tentang etika dan keabsahan mandat dari gerakan yang mengklaim mewakili beberapa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di kampus.
Ia menjelaskan bahwa dalam negara demokrasi, setiap orang bebas menyuarakan pendapat, baik mengkritik atau mendukung pemerintah.
Namun, situasinya berbeda saat sekelompok orang mencatut nama organisasi resmi kampus tanpa memiliki mandat yang sah.
“Kamu mau benci alias hater sama pemerintah, boleh… Kamu mau love sekebon dengan pemerintah juga boleh… Negara demokrasi, siapapun bebas berceloteh. Tapi saat kamu mengundang wartawan, duduk dengan mik, mengklaim 'BEM Bersatu', mengklaim wakil dari berbagai kampus, itu tuh benar-benar lain urusannya,” tulis Tere Liye.
Sorotan Tajam Terhadap Keabsahan Gerakan
Tere Liye menggarisbawahi empat poin utama terkait masalah ini.
1) Bantahan Resmi dari Pihak Kampus: Ia mengungkap adanya klarifikasi dan bantahan dari rektorat, dekanat, dan organisasi mahasiswa resmi di beberapa kampus yang nama-namanya dicatut.
2) Pencatutan Nama Organisasi: Tere Liye menekankan bahwa tidak bisa sembarangan mengarang atau membuat versi BEM sendiri tanpa mandat yang jelas.
3) Dukungan Buta Tanpa Validasi: Ia juga merasa heran mengapa sebagian masyarakat langsung mendukung gerakan ini, padahal legalitas para oknum dalam foto konferensi pers sudah dibantah.
4) Isu yang Belum Jelas Duduk Perkaranya: Kelompok ini juga dikritik karena membahas masalah fasilitas yang belum jelas kebenarannya, berpotensi menyesatkan opini publik.
Tantangan untuk Membuktikan Diri
Tere Liye menantang para oknum mahasiswa di konferensi pers itu untuk tampil ke publik.
Ia meminta mereka memberikan jawaban konkret atas bantahan yang sudah disampaikan oleh pihak kampus.
“Berani dan gagah saat konferensi pers, maka berani juga dong membuktikan kalian memang betulan mewakili resmi organisasi kampus tersebut,” tegasnya.
Unggahan ini pun langsung memicu reaksi dari netizen.
Sampai sekarang, status tersebut sudah disukai ribuan pengguna Facebook dan mendapatkan ratusan komentar, kebanyakan menyayangkan hilangnya nilai etika dan kejujuran dalam gerakan mahasiswa.
Bantahan FISIP Unas
Sosok yang mengaku sebagai “Ketua BEM FISIP Universitas Nasional” di konferensi pers BEM Bersatu langsung dibantah oleh pihak kampus.
Dengan situasi ini, banyak yang berharap agar masalah ini bisa diusut tuntas dan kejelasan bisa didapatkan.
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: democrazy.id (18/06/2026)
0 Komentar