BEM Bersatu Soroti Tiyo Ardianto Dekat dengan PDIP dan Eks Timses Ganjar

📌 Ringkasan Berita:
  • BEM Bersatu menduga ada keterlibatan politik dalam aksi penolakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh mahasiswa.
  • Pimpinan aksi, Tiyo Ardianto, diduga memiliki kedekatan dengan tokoh politik dan kendaraan yang digunakan terdaftar atas nama orang yang terkait dengan tim pemenangan Ganjar Pranowo.
  • BEM Bersatu menegaskan pentingnya menjaga independensi gerakan mahasiswa dari kepentingan politik praktis dan mempertanyakan penolakan terhadap program yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bersatu menduga ada keterlibatan politik di balik aksi mahasiswa yang menolak Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dugaan Keterlibatan Aktor Politik

Menyimak pemberitaan dari gelora.co pada 2026-06-16, dugaan ini muncul karena pimpinan aksi, Tiyo Ardianto, diduga dekat dengan beberapa tokoh yang berhubungan dengan PDI Perjuangan dan tim pemenangan Ganjar Pranowo untuk Pilpres 2024.

Indikasi Keterkaitan

Juru Bicara BEM Bersatu, Rahmat Djimbula, menyampaikan bahwa ada beberapa indikasi yang seharusnya dicermati publik.

Rahmat menjelaskan, "Kedua, kami melihat indikasi kuat keterlibatan aktor politik praktis dalam gerakan ini. Salah satu pimpinan aksi, Tiyo Ardianto, diduga memiliki kedekatan dengan jaringan politik tertentu."

Dia juga menambahkan bahwa "Mobil Fortuner yang digunakannya diduga terdaftar atas nama Siti Nuraeni, adik Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso, yang merupakan besan Jenderal TNI (Purn) Andhika Perkasa, tokoh tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024."

Rahmat juga menekankan bahwa kehadiran politisi PDI Perjuangan, Andi Widjajanto, di tengah massa aksi memperkuat dugaan ini.

Agenda Kritis dan Fokus Mahasiswa

Indikasi keterkaitan tersebut juga terlihat dari agenda yang akan dihadiri Tiyo Ardianto bersama tokoh-tokoh yang dikenal kritis terhadap pemerintah.

Rahmat mengungkapkan, "Keterkaitan tersebut juga diperkuat oleh kehadiran Tiyo Ardianto dalam Dialog Nasional Kebangsaan yang akan dilaksanakan di Bandung pada tanggal (18 Juni 2026) mendatang, bersama dengan sejumlah tokoh seperti Said Didu, Roy Suryo, Refly Harun, dan dr. Tifa."

Dia menambahkan bahwa kehadiran Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso di forum yang sama menunjukkan adanya jejaring yang patut dicermati.

BEM Bersatu menganggap kondisi ini perlu diperhatikan karena gerakan mahasiswa seharusnya tetap independen dan tidak terpengaruh oleh kepentingan politik praktis.

Mereka juga mempertanyakan mengapa Program MBG, yang berdampak langsung kepada masyarakat, menjadi sasaran penolakan.

"Kami mempertanyakan prioritas isu yang diangkat. Di tengah kebutuhan mendasar masyarakat, perhatian justru tersedot pada isu yang tidak menjadi urgensi utama," kata Rahmat.

Dia menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis yang berdampak langsung pada gizi dan kesejahteraan masyarakat justru menjadi target penolakan, meskipun perbaikan tata kelola tetap diperlukan.

Karena itu, BEM Bersatu menegaskan penolakannya terhadap segala bentuk penungangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik.

"Kami, BEM Bersatu, menolak segala bentuk penungangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis. Gerakan mahasiswa harus tetap menjadi suara rakyat, bukan alat elite dalam perebutan kekuasaan," tegasnya.

BEM Bersatu juga mendesak agar gerakan mahasiswa disterilkan dari pendanaan, fasilitas, dan intervensi politik praktis.

Dengan situasi ini, diskusi tentang peran mahasiswa dalam politik dan independensi mereka jadi semakin penting.

Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!




Sumber: gelora.co (2026-06-16)

0 Komentar

Produk Sponsor