
Pernyataan Kuat di Munas
Melansir pemberitaan dari gelora.co pada 2026-06-10, Bahlil menceritakan perjalanan kariernya di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Ia menyapa mantan ketua umum HIPMI dan berbagi kisah bagaimana dirinya harus kerja keras dari bawah. Bahlil bahkan mengaku sempat "disiksa" saat menjabat dalam organisasi itu.Perjalanan Karier yang Menginspirasi
"Ada Pak Erwin Aksa, waktu beliau jadi Ketua Umum BPP HIPMI, saya pengurusnya, tapi saya disiksa juga dari jabatan," ujar Bahlil di hadapan hadirin. Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa setelah menyelesaikan masa kepengurusan di Papua, ia naik ke kepengurusan pusat dari posisi terendah di departemen. Kariernya mulai berkembang setelah dipromosikan oleh Raja Sapta Oktohari yang saat itu menjabat sebagai Ketua Umum HIPMI.Rebut Kekuasaan
"Begitu Pak Okto jadi ketua umum, baru saya punya pangkat dinaikkan menjadi ketua bidang infrastruktur," kenangnya. Namun, pandangannya tentang kekuasaan berubah setelah masa jabatan Okto berakhir. Bahlil pun mengambil langkah konfrontatif dan berjuang untuk kursi ketua umum HIPMI. "Begitu Ketum Okto selesai, saya rebut kekuasaan jadi ketua umum. Karena kalau nunggu diberi terus, Pak, lama banget gitu loh," seloroh Bahlil. Di akhir pidatonya, Bahlil mencermati bagaimana dinamika perebutan kursi ketum HIPMI membawa pencerahan pada dirinya terkait hakikat kekuasaan. Secara keseluruhan, Bahlil menegaskan bahwa kekuasaan itu harus diperjuangkan, tidak hanya menunggu kesempatan datang. Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!Sumber: gelora.co (2026-06-10)
0 Komentar