
Video Kontroversial Saiful Mujani Mengundang Perdebatan
Media sosial dihebohkan oleh sebuah video yang menampilkan ceramah Saiful Mujani, pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Dalam rekaman tersebut, Saiful diduga menyerukan tindakan inkonstitusional dengan mengajak masyarakat untuk menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto. Video ini pertama kali diunggah oleh akun Instagram @leveenia.
Reaksi Publik terhadap Pernyataan Saiful
Beberapa pengguna media sosial mengungkapkan keprihatinan terhadap ucapan seorang profesor seperti Saiful. Salah satu komentar menyebutkan, "Kontradiktif banget, ini Professor Saiful Mujani punya lembaga survei, pasti bermain dengan angka, dan harusnya tertib dengan etika demokrasi. Tapi kok narasinya malah ngajak orang-orang untuk berkonsolidasi menjatuhkan Presiden dengan cara yang inkonstitusional dan non-demokratis."
Pernyataan Saiful dalam Video
Dalam video yang viral tersebut, Saiful Mujani berbicara secara langsung mengenai ketidakberdayaan prosedur formal seperti pemakzulan (impeachment) dalam menghadapi Presiden Prabowo. Ia menyatakan, “Saya alternatifnya bukan pada prosedur yang formal impachment seperti itu, itu tidak akan jalan. Yang jalan hanya ini, bisa nggak kita mengonsolidasikan diri untuk menjatuhkan Prabowo, hanya itu.”
Lebih lanjut, Saiful menegaskan bahwa menjatuhkan presiden adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan negara. “Kalau nasihati Prabowo nggak bisa juga, bisanya hanya dijatuhkan, itulah menyelamatkan tapi bukan menyelamatkan Prabowo menyelamatkan diri kita dan bangsa ini,” tuturnya.
Tanggapan dari SMRC
Tudingan makar yang diarahkan kepada Saiful langsung mendapat tanggapan dari pihak SMRC. Saidiman Ahmad, Peneliti dan Manajer SMRC, membela Saiful dengan mengatakan bahwa video tersebut merupakan potongan yang disengaja disebarkan untuk membentuk opini negatif. “Sebaiknya ditonton keseluruhan ceramah Prof. Saiful Mujani tersebut. Itu sebenarnya pidato politik biasa yang dilakukan oleh seorang akademisi yang kritis pada jalannya pemerintahan,” ujarnya.
Saidiman menegaskan bahwa dalam konteks demokrasi, memberikan kritik tajam terhadap penguasa adalah hal yang wajar dan sah secara hukum. Ia juga membantah bahwa Saiful sedang merencanakan makar, “Nggak lah (bukan ajakan makar). Dalam tingkat tertentu, menjatuhkan pemerintah yang melanggar Konstitusi juga bisa dilakukan dalam sistem demokratis,” tambahnya.
Pihak SMRC meyakini bahwa ada upaya untuk mendiskreditkan Saiful melalui penyuntingan video tersebut. Menurut Saidiman, video yang beredar di media sosial hanyalah potongan dari ceramah yang disebarkan oleh individu yang tidak bertanggung jawab.
Sumber: gelora.co (2026-04-04)
0 Komentar