Viral Pernyataan Akademisi Sebut Jika Prabowo Tak Bisa Lagi Dinasehati Maka Harus Dijatuhkan

Pernyataan Kontroversial Saiful Mujani

Pendiri lembaga survei SMRC, Saiful Mujani, menjadi sorotan publik setelah mengeluarkan pernyataan bernada ajakan untuk menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto. 

Sebagai seorang akademisi yang bergelar profesor, pernyataan yang diungkapkan Saiful dalam sebuah video yang kini viral di media sosial dianggap melampaui batas dan mengandung unsur provokatif.

Syarat tentang Pemakzulan

Peneliti Senior Bidang Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Lili Romli, memberikan penjelasan mengenai mekanisme pemakzulan yang diatur dalam UUD 1945. 

Ia menekankan bahwa pemakzulan presiden harus memenuhi syarat pelanggaran hukum tertentu dan melalui proses yang panjang di lembaga negara. “Pemakzulan tidak bisa langsung dilakukan, tetapi harus melalui beberapa lembaga negara. Seperti DPR, MK, dan MPR. Dengan demikian tidak mudah secara substantif dan prosedural, apalagi presiden Prabowo didukung oleh mayoritas partai di DPR,” ungkap Lili kepada Inilah.com, pada Sabtu (4/4/2026). 

Lili juga mencatat bahwa meskipun wacana untuk menjatuhkan kepemimpinan telah ada sejak era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga Joko Widodo (Jokowi), langkah tersebut tidaklah tepat dalam kerangka sistem demokrasi Indonesia. “Saya sendiri berpendapat bahwa usaha untuk menjatuhkan pemerintahan di tengah jalan bukanlah hal yang baik. Dalam sistem presidensial di Indonesia, jabatan pemerintah itu fixed lima tahun dan harus tetap berjalan selama periode tersebut,” jelasnya.

Kegaduhan dari Video Viral

Kegaduhan ini berawal dari potongan video ceramah Saiful Mujani yang viral di media sosial. Dalam video yang diunggah oleh akun @leveenia, Saiful dianggap melakukan tindakan yang tidak pantas dengan melontarkan narasi provokatif. 

Akun tersebut menyayangkan penggunaan bahasa provokatif yang keluar dari seorang profesor. Di dalam video tersebut, Saiful menyampaikan bahwa prosedur formal seperti pemakzulan tidak akan efektif dalam menghadapi Prabowo. “Saya alternatifnya bukan pada prosedur yang formal impachment seperti itu, itu tidak akan jalan. Yang jalan hanya ini, bisa nggak kita mengonsolidasikan diri untuk menjatuhkan Prabowo, hanya itu,” ucap Saiful. 

Ia menambahkan bahwa menjatuhkan presiden adalah satu-satunya jalan keluar. “Kalau nasihati Prabowo nggak bisa juga, bisanya hanya dijatuhkan, itulah menyelamatkan tapi bukan menyelamatkan Prabowo menyelamatkan diri kita dan bangsa ini,” sambungnya.

Reaksi dan Pembelaan dari SMRC

Tuduhan makar langsung diarahkan kepada Saiful Mujani. Namun, Peneliti dan Manajer SMRC, Saidiman Ahmad, dengan cepat membela bosnya. 

Ia menegaskan bahwa video tersebut hanya potongan yang sengaja disebar untuk menggiring opini. “Sebaiknya ditonton keseluruhan ceramah Prof. Saiful Mujani tersebut. Itu sebenarnya pidato politik biasa yang dilakukan oleh seorang akademisi yang kritis pada jalannya pemerintahan,” kata Saidiman. 

Ia juga membantah keras jika Saiful diartikan mengajak untuk melakukan makar. Menurutnya, mengkritik pemerintah merupakan hal yang sah dan diperbolehkan dalam konteks demokrasi. “Nggak lah (bukan ajakan makar). Dalam tingkat tertentu, menjatuhkan pemerint...,” tutup Saidiman.


Sumber: gelora.co (2026-04-04)

0 Komentar

Produk Sponsor