Peluang Pramono Anung di Pilpres 2029

Gubernur Jakarta, Pramono Anung, kini menjadi salah satu calon yang diperhitungkan untuk Pilpres 2029. Kursi Jakarta 1 seringkali dianggap sebagai langkah awal menuju panggung politik nasional, seperti yang telah dilakukan oleh Jokowi dan Anies Baswedan. 

Jokowi terpilih sebagai Gubernur Jakarta pada tahun 2012 dan mengundurkan diri pada 2014 untuk maju dalam Pilpres, di mana ia berhasil menjabat sebagai Presiden selama dua periode, yaitu 2014 hingga 2024. 

Sementara itu, Anies Baswedan juga meraih popularitas tinggi setelah satu periode memimpin Jakarta dari 2017 hingga 2022. 

Namun, Anies harus menghadapi kenyataan pahit saat mencalonkan diri sebagai presiden pada Pilpres 2024 bersama Muhaimin Iskandar, di mana ia kalah dari pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Kemungkinan Kontestasi Pramono

Pramono Anung dipandang memiliki peluang yang sama dalam bersaing di tingkat presiden. Aktivitasnya yang kerap menjadi sorotan dalam mengelola Ibu Kota membuka jalan bagi Pramono untuk berpartisipasi dalam Pilpres 2029. 

Politikus senior dari Partai Amanat Nasional (PAN), Drajad Wibowo, menegaskan bahwa ada kemungkinan bagi Pramono untuk berkompetisi di level presiden. “Kita tidak bisa menyepelekan peluang Mas Pram,” ujar Drajad dalam program Gaspol yang ditayangkan di YouTube, yang dikutip pada Selasa (28/4/2026). 

Ia menambahkan bahwa Pramono adalah kader senior PDIP, partai besar dengan jumlah kursi parlemen terbanyak saat ini. Namun, Drajad mencatat bahwa ia belum melihat Pramono melakukan langkah-langkah untuk memperkenalkan diri atau meningkatkan popularitasnya menjelang kontestasi tersebut. Ia berpendapat bahwa jika Pramono mendapatkan dukungan dari PDIP, maka kehadirannya di publik akan semakin meningkat.

Perbedaan Strategi antara Pramono dan Anies

Drajad juga menyampaikan pandangannya mengenai perbedaan pendekatan antara Pramono dan Anies Baswedan dalam menjalankan jabatan sebagai Gubernur DKI Jakarta. 

Pramono cenderung lebih berhati-hati dan tidak terburu-buru untuk tampil di kancah nasional. “Mas Anies dulu itu kan ketika Gubernur DKI langsung menasional kan. Nah, kalau Mas Pram kan apa, lebih hati-hati dia. Jadi, ya saya belum melihat Mas Pram disiapkan atau menyiapkan diri untuk konstelasi nasional,” jelas Drajad. Dengan perbedaan ini, jalan Pramono untuk Pilpres 2029 masih harus dilihat lebih lanjut, terutama terkait dengan langkah dan dukungan dari partai politiknya.


Sumber: gelora.co (2026-04-28)