Pengaruh Menteri Titipan Jokowi Membuat Kabinet Merah Putih Prabowo Terancam Distorsi

Kesempatan Reshuffle Kabinet

Wacana reshuffle kabinet yang semakin menguat menjadi sorotan publik, diharapkan dapat menjadi langkah untuk membersihkan pengaruh pemerintahan sebelumnya.

Publik menduga bahwa banyak anggota dalam Kabinet Merah Putih merupakan titipan dari mantan Presiden Joko Widodo. Hal ini menimbulkan kekhawatiran mengenai efektivitas pemerintahan Prabowo Subianto ke depan.

Pentingnya Tindakan Bersih-Bersih

Direktur Eksekutif Ethical Politics, Hasyibulloh Mulyawan, menegaskan bahwa pentingnya melakukan tindakan bersih-bersih dalam kabinet untuk memperlancar program-program Prabowo hingga tahun 2029. 

Dia menyampaikan, “Upaya bersih-bersih menteri-menteri minim prestasi dan titipan kekuasaan sebelumnya harus segera dilakukan, agar konsolidasi kekuasaan politik presiden dalam mengeksekusi program-program prioritasnya dapat terealisasi sampai dengan pemilu 2029 mendatang,” dalam sebuah wawancara di Jakarta pada Kamis, 9 April 2026.

Resiko Jika Tak Reshuffle

Hasyibulloh juga mengingatkan bahwa jika pembersihan tidak segera dilakukan, hal tersebut bisa berdampak negatif bagi pemerintahan Prabowo. Dia mengungkapkan, “Jangan sampai dengan masih banyaknya menteri titipan membuat roda pemerintahan Presiden Prabowo menjadi terdistorsi dengan kritik-kritik publik yang menyoroti gaya komunikasi, dan kebijakan publik menteri-menteri minim prestasi dan pengalaman tersebut.”

Evaluasi Menteri dan Program Prioritas

Pengamat politik yang berasal dari IISIP Jakarta ini menjelaskan bahwa banyak program prioritas presiden tidak berjalan optimal karena dipegang oleh menteri yang dianggap kurang berkualitas. Dia menekankan bahwa “Wacana reshuffle kabinet pemerintahan Presiden Prabowo merupakan upaya untuk berbenah, utamanya dalam mengevaluasi sejumlah menteri yang minim pengalaman dalam urusan-urusan kebijakan publik, teknokratik dan birokratik sehingga program-program prioritas presiden selama hampir 2 tahun ini tidak berjalan secara baik serta banyak disorot dan dikritik publik," tutupnya.


Sumber: gelora.co (2026-04-10)

0 Komentar

Produk Sponsor