Kebijakan Luar Negeri Prabowo Disorot, RI Jauh Diuntungkan Jika Berani Berpihak ke Iran

Langkah Prabowo dalam Konflik AS-Israel dan Iran

Langkah Presiden Prabowo Subianto untuk menunjukkan dukungan terhadap Iran dinilai akan meningkatkan dukungan dari masyarakat, terutama dalam menghadapi tantangan dari Amerika Serikat dan Israel. 

Hal ini disampaikan oleh pakar geopolitik Timur Tengah, Dina Sulaeman, dalam sebuah podcast yang diunggah di kanal YouTube Forum Keadilan TV pada Minggu, 5 April 2026.

Dukungan yang Strategis

Dina Sulaeman menjelaskan, “Sebenarnya sangat strategis buat Pak Prabowo untuk menunjukkan dukungan (kepada Iran). Dan pasti rakyat akan tambah dukung Pak Prabowo, kan gitu kan. Untuk buat pemilu (2029) ya kan, kalau pikiran kita pemilu nih. Jadi sebenarnya justru lebih strategis sekarang kalau pun memikirkan masalah pemilu.”

Ia juga menekankan bahwa secara kalkulatif, lebih menguntungkan bagi Prabowo untuk menunjukkan keberpihakan kepada Iran. “Artinya memang saat ini kalau mau hitung-hitungan untung-rugi, (lebih) untung kalau Pak Prabowo menunjukkan keberpihakan kepada Iran,” tambahnya.

Arus Dukungan Global terhadap Iran

Dina mencatat, dukungan untuk Iran tidak hanya datang dari rakyat Indonesia, tetapi juga dari hampir seluruh dunia. Mengingat tantangan yang dihadapi adalah Israel, negara yang dikenal melakukan tindakan penjajahan.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa sikap mendukung Iran seharusnya sejalan dengan prinsip-prinsip hukum internasional yang berlaku. “Dan (dukungan) itu sama sekali bukan pernyataan yang aneh. Betul-betul sesuai dengan pasal PBB kan, pasal 2 PBB, sebuah negara nggak boleh menyerang negara lain. Pasal 51, sebuah negara yang diserang boleh melawan. Sesederhana itu bicaranya,” ujarnya.

Kekurangan Dukungan Pemerintah Indonesia

Meski demikian, Dina melihat bahwa hingga saat ini belum ada indikasi dukungan yang signifikan dari pemerintah Indonesia terhadap Iran. 

Ia mempertanyakan mengapa pemerintah tidak menyampaikan posisi yang sebenarnya sangat standar dan normatif. “Mengapa hanya untuk menyampaikan sesuatu yang sebenarnya sangat standar, sangat normatif loh. Bahwa ini salah, ini benar, Iran berhak marah, itu kan normatif banget,” pungkasnya.


Sumber: gelora.co (2026-04-05)

0 Komentar

Produk Sponsor