
Larangan Debat untuk Roy Suryo dan Rekan
Roy Suryo dan rekan-rekannya dilarang untuk meladeni tantangan dari ahli digital forensik, Rismon Sianipar, dalam beradu argumentasi mengenai tuduhan ijazah palsu Presiden Joko Widodo, atau yang lebih dikenal sebagai Jokowi.
Pernyataan Kuasa Hukum
Ahmad Khozinudin, selaku kuasa hukum Roy Suryo dan tim, menyatakan, "Kami telah melarang Roy Suryo dkk untuk berdebat dengan Rismon," pada hari Minggu, 15 Maret 2026. Menurut Khozinudin, berdebat dengan seseorang yang telah meruntuhkan wibawa dan reputasinya tidak akan memberikan keuntungan, melainkan hanya akan merendahkan diri sendiri serta menurunkan martabat dan kehormatan.
Kritik Terhadap Rismon Sianipar
Khozinudin juga menyoroti beberapa kesalahan Rismon, termasuk tindakan berdamai dengan Jokowi dengan alasan penelitian baru, serta menyerang kawan-kawan seperjuangan yang selama ini telah membela dan melindungi dirinya. "Kesalahan Rismon lainnya adalah, selain berdamai dengan Jokowi berdalih penelitian baru, juga melakukan penyerangan terhadap kawan seperjuangan," jelas Khozinudin.
Lebih jauh, Khozinudin menegaskan bahwa Rismon tidak menyadari bahwa ia sedang dijadikan 'sapi bajak' untuk memperbaiki citra Jokowi, sebelum akhirnya bisa menjadi 'sapi korban' yang akan dikorbankan dalam konteks kezaliman. "Rismon tak sadar, saat ini dia sedang dijadikan 'sapi bajak' untuk bekerja melayani Jokowi, sebelum akhirnya menjadi 'sapi korban' untuk disembelih," ujarnya.
Reputasi yang Dipertaruhkan
Khozinudin juga menambahkan bahwa Rismon tidak hanya berperan dalam memperbaiki reputasi Jokowi, tetapi juga memberikan dampak terhadap reputasi Gibran. "Rismon telah menjadi sapi bajak yang bukan saja untuk memperbaiki reputasi Jokowi, melainkan reputasi Gibran," katanya. Ia menegaskan bahwa Rismon telah meralat penelitian yang tidak hanya terkait dengan ijazah Jokowi, tetapi juga dengan Gibran.
Khozinudin mengkritik kurangnya faktor kebaharuan yang dijadikan dasar dalam kasus 'Gibran End Game', menyatakan, "Alih-alih Gibran End Game, saat ini Rismon yang justru End Game. Rismon sudah seperti kerbau yang dicucuk hidungnya, taklid buta bekerja melayani Jokowi, termasuk dengan menyerang kawan seperjuangan," tutupnya.
Sumber: gelora.co (2026-03-15)
0 Komentar