
Pada tanggal 16 Maret 2026, Ronny Teguh, peneliti dari Hokkaido University, menyatakan bahwa ahli digital forensik Rismon Sianipar tidak pernah menyelesaikan tesis maupun disertasi di Universitas Yamaguchi.
Pernyataan ini muncul setelah Ronny menelusuri informasi terkait ijazah Rismon, yang sebelumnya dituduhnya sebagai palsu pada Juni 2025.
Temuan Baru Mengenai Ijazah Rismon
Ronny mengungkapkan bahwa ia telah melakukan pengecekan terhadap karya ilmiah Rismon, dan menemukan bahwa Rismon, yang berasal dari Pematang Siantar, Sumatra Utara, bukanlah penulis utama, melainkan hanya penulis pembantu.
Temuan terbaru ini semakin memperkuat keyakinannya bahwa ijazah Rismon tidak valid, terutama setelah ia mendapatkan informasi langsung dari Universitas Yamaguchi yang menyatakan bahwa Rismon tidak pernah menyusun tesis atau disertasi di kampus tersebut.
“Saya konfirmasi ada nggak daftar tesis dan disertasinya (Rismon) di sini (Universitas Yamaguchi)? Dan dia (pihak Universitas Yamaguchi) bilang sudah 20 tahun dan tidak ditemukan lagi,” ungkap Ronny.
Ia menambahkan, “Dalam artian itu sudah lama sekali. Barangnya itu (tesis dan disertasi) biasanya dalam bentuk website dengan CD-ROM. Seharusnya bisa terdeteksi di Perpustakaan Nasional maupun perpustakaan di Yamaguchi dan mereka bilang itu tidak ada semua atau no record,” kutipnya.
Pihak Universitas Yamaguchi Sudah Mengetahui Kasus Ini
Ronny juga menyoroti bahwa pihak Universitas Yamaguchi telah menyadari adanya isu terkait ijazah palsu Rismon.
Hal ini terungkap saat ia bertanya kepada staf kampus, yang menyatakan, “Berita tentang ini (kasus dugaan ijazah palsu Rismon) dia dibaca. Dia sudah tahu tentang (kasus ijazah Rismon),” jelasnya.
Sementara itu, Josua Sinambela, seorang ahli digital forensik, menambahkan bahwa ia telah berkomunikasi dengan staf akademik Fakultas Teknik Universitas Yamaguchi, Tomomi Sumori.
Ia mengonfirmasi bahwa tidak ada ijazah magister maupun doktoral yang diterbitkan untuk Rismon. “Kita mendapatkan konfirmasi sangat valid dari Tomomi Sumori, bagian akademik Faculty of Engineering dan dia mengonfirmasi email yang dikirimkan ke saya dan tatap muka meskipun ada kendala bahasa, jadi kita gunakan penerjemah,” ujarnya.
Josua berharap pihak kepolisian segera melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait laporan dugaan kepemilikan ijazah palsu Rismon, guna memastikan kebenaran informasi ini.
Sumber: gelora.co (2026-03-17)
0 Komentar