Prabowo Dinilai Inkonsisten dalam Menanggapi Kritik Masyarakat Sipil

Pernyataan Prabowo Dinilai Inkonsisten

Pernyataan terbaru Presiden Prabowo Subianto mengenai kritik dari masyarakat sipil dianggap tidak konsisten dengan sikapnya sebelumnya saat memulai pemerintahannya.

Kritik dari The Indonesian Institute

Direktur Eksekutif The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research, Adinda Tenriangke Muchtar, menyatakan bahwa pernyataan Presiden Prabowo yang mengklaim bahwa pengamat yang mengkritik pemerintah didanai oleh pihak asing sangat disayangkan. “Karena sebelum-sebelumnya kan pemerintah mengatakan terbuka atas masukan dan kritik dari masyarakat, tapi tampaknya hal itu tidak konsisten dilakukan,” ungkap Adinda saat berbicara kepada RMOL pada Senin, 16 Maret 2026.

Indeks Demokrasi dan Kebebasan Berpendapat

Adinda juga menambahkan bahwa rendahnya indeks demokrasi dan kepercayaan terhadap lembaga-lembaga demokrasi, termasuk DPR di berbagai tingkat, tidaklah mengejutkan. “Hal ini juga jelas menunjukkan bahwa kebebasan akademik, kebebasan berpendapat, kebebasan berekspresi masih rentan di Indonesia,” kata Adinda.

Isu Penyerangan terhadap Aktivis

Lebih lanjut, Adinda menyoroti insiden penyerangan terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, serta Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM), Tiyo Ardianto, yang terjadi beberapa waktu lalu. “Hal ini jelas menjadi sinyal yang negatif dan mengkhawatirkan bagi demokrasi di Indonesia,” tutup Adinda.


Sumber: gelora.co (2026-03-16)

0 Komentar

Produk Sponsor