
Aliran Dana George Soros
Sejumlah tanda menunjukkan adanya upaya dari kekuatan global untuk memanfaatkan situasi krisis guna menggoyang stabilitas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Pengamat intelijen dan geopolitik, Amir Hamzah, menyoroti adanya narasi yang berkembang terkait dugaan masuknya dana dari tokoh global George Soros, yang diyakini memiliki kepentingan dalam mendorong perubahan politik, termasuk di Indonesia.
Skenario Mirip Krisis Reformasi 1998
Amir menyatakan, "Skenario yang dibangun mengarah pada penciptaan kondisi mirip dengan krisis besar yang pernah terjadi pada reformasi 1998." Menurutnya, kondisi ini berpotensi menciptakan ketidakstabilan yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong perubahan dalam struktur politik negara.
Tujuan Perubahan Konstitusi
Dalam analisisnya, Amir mengungkapkan bahwa salah satu tujuan dari tekanan global ini adalah untuk mendorong amandemen Undang-Undang Dasar 1945 ke arah yang lebih liberal.
Ia menegaskan bahwa perubahan konstitusi tidak pernah berlangsung secara terpisah, melainkan sering kali merupakan dampak dari instabilitas politik dan tekanan ekonomi yang ada.
“Jika kondisi dibuat kacau, maka ruang untuk mendorong perubahan sistem akan terbuka lebar,” tegas Amir.
Kondisi Global yang Tak Stabil
Amir juga mengaitkan situasi yang dihadapi Indonesia dengan kondisi global yang tengah bergejolak, termasuk potensi krisis ekonomi, konflik geopolitik, dan tekanan terhadap mata uang negara berkembang.
Ia menilai bahwa semua faktor ini dapat memicu krisis moneter, sekaligus menurunkan kepercayaan publik terhadap pemerintah, serta meningkatkan ketidakpuasan sosial.
“Ketika krisis ekonomi terjadi, maka legitimasi politik ikut tergerus. Ini pola klasik yang sudah berulang di banyak negara,” kata Amir.
Sumber: gelora.co (2026-03-23)
0 Komentar