
Setyo Budianto, Ketua KPK jadi Sorotan
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto mendapat sorotan serius terkait kinerjanya dalam memberantas korupsi.
Banyak pihak menyerukan agar posisinya diganti, terutama karena dianggap tidak memiliki keberanian untuk mengusut kasus-kasus korupsi yang melibatkan mantan Presiden Joko Widodo.
Pernyataan Buni Yani
Peneliti media dan politik, Buni Yani, mengungkapkan pendapatnya mengenai hal ini melalui akun Facebook pribadi pada Rabu, 25 Maret 2026.
Ia menegaskan, "Ketua KPK Setyo Budiyanto termul pilihan Jokowi. Kalau tidak segera diganti, jangan bicara pemberantasan korupsi lagi. Omon-omon," ujarnya. Pernyataan ini menyoroti kekhawatiran akan stagnasi dalam upaya pemberantasan korupsi.
Kritik terhadap Kinerja KPK
Buni Yani lebih lanjut menegaskan bahwa jika KPK beroperasi dengan jujur dan profesional, mantan Presiden Jokowi seharusnya sudah dipanggil untuk diselidiki. "Setidaknya dipanggil untuk disidik. KPK ini betul-betul menunggu kemarahan rakyat," kata Buni Yani, menunjukkan bahwa ada harapan publik untuk tindakan tegas dari lembaga tersebut.
Tanggapan Publik
Pernyataan Buni Yani memicu berbagai reaksi dari warganet di kolom komentar. Seorang pengguna, Andsar D'tinggi Syam, mencatat, "Ketua KPK sdh mulai lemass." Sementara itu, Suci Dlm Debu menambahkan, "Pilihan trmul," merujuk pada pemilihan Setyo Budiyanto sebagai ketua.
Diskusi mengenai kinerja KPK dan kepemimpinan Setyo Budiyanto semakin menghangat, mencerminkan ekspektasi masyarakat terhadap tindakan nyata dalam pemberantasan korupsi.
Sumber: gelora.co (2026-03-25)
0 Komentar