
Mahfud MD Soroti Potensi Korupsi Program MBG
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin menjadi sorotan, terutama setelah Mahfud MD mengungkapkan keprihatinan terkait potensi masalah, termasuk dugaan korupsi yang mungkin timbul dari program tersebut.
Kritik Terhadap Mekanisme Pengawasan
Pernyataan tersebut disampaikan dalam video podcast Terus Terang di kanal Youtube Mahfud MD Official. Mahfud menegaskan bahwa publik hingga kini belum mendapatkan penjelasan yang memadai mengenai mekanisme pengawasan dan pemeriksaan anggaran MBG. "Bagaimana kalau ada potensi korupsinya? kita tidak pernah mendengar mekanisme pemeriksaannya bagaimana,” ujarnya.
Ia mencatat bahwa program ini melibatkan dana yang cukup besar dan ditujukan untuk jutaan penerima manfaat. Kejanggalan antara anggaran yang dikeluarkan dan kondisi makanan yang diterima oleh masyarakat di lapangan pun menjadi perhatian utamanya. “Apakah masalah ketidakwajaran antara uang yang keluar dan yang sampai ke rakyat itu sudah diperiksa?” lanjutnya.
Ketidakjelasan dalam Penindakan Pelanggaran
Mahfud juga menyoroti kurangnya kejelasan tentang langkah-langkah penindakan jika ditemukan pelanggaran dalam pelaksanaan program ini. “Kita tidak pernah tahu kalau ada kesalahan begitu bagaimana mekanisme penindakannya, siapa yang melakukan apa,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa masyarakat mulai menghitung harga makanan dalam program ini dan mempertanyakan apakah harga yang ditetapkan sudah wajar. “Harga juga orang menghitung kok segini sih gitu sampainya ke tingkat rakyat,” ucapnya.
Seruan untuk Evaluasi Terbuka
Untuk mengatasi masalah ini, Mahfud mendorong pemerintah agar segera melakukan evaluasi secara terbuka guna mencegah munculnya kecurigaan publik yang lebih luas. “Itu semua masih jadi persoalan dan menurut saya harus ada evaluasi secara terbuka,” katanya.
Dia menegaskan bahwa kritik yang disampaikan bukanlah untuk menolak program MBG, melainkan untuk memastikan agar program tersebut dapat berjalan dengan transparan dan tepat sasaran.
Sumber: gelora.co (2026-03-18)
0 Komentar