KPK Hanya Mengurus Kasus Korupsi Kecil, Sementara Keluarga Jokowi tak Tersentuh

Pengamat Soroti Kasus Korupsi Bupati Pekalongan

Buni Yani, seorang peneliti di bidang media dan politik, mengungkapkan perhatian terhadap kasus dugaan korupsi yang melibatkan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq. 

Dalam pengungkapan tersebut, juga muncul dugaan bahwa anak Fadia, Muhammad Sabiq Ashraff, dan suaminya, Mukhtaruddin Ashraff Abu, terlibat dalam penerimaan dana haram yang mencapai belasan miliar rupiah.

Kritik Terhadap KPK

Buni Yani menyampaikan kritik tajam terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui akun Facebook pribadinya. 

Ia menilai bahwa KPK lebih fokus menangkap pejabat dengan kasus korupsi kecil, sementara anggota keluarga Presiden Jokowi dibiarkan tanpa tindakan. "KPK hanya menangkap bupati yang korupsinya ecek-ecek, sementara keluarga Jokowi dibiarkan bebas. KPK termul," ujarnya.

Respons Warganet

Pernyataan Buni Yani tersebut memicu berbagai tanggapan dari warganet. Beberapa komentar yang muncul antara lain, "Biar kelihatan kerja karena rakyat sudah tidak percaya," ungkap Jumadi Has. 

Sementara itu, Qi Blugh menanggapi dengan, "Sak karepmu Sik komen Mbah ra ngurus wkwkwk." Yuyun Wahyudi juga menyatakan, "Hukum sdh milik yg berkuasa dan berduit."

Perbincangan ini menunjukkan ketidakpuasan masyarakat terhadap penegakan hukum di Indonesia, terutama dalam kasus-kasus yang melibatkan elit politik.



Sumber: gelora.co (2026-03-05)

0 Komentar

Produk Sponsor