
Kekuatan Jokowi Kian Memudar
Pada tanggal 22 Februari 2026, muncul sebuah pernyataan dari pengamat politik mengenai gambaran kekuasaan mantan Presiden Joko Widodo, yang kini mulai memudar.
Penilaian ini diungkapkan dalam konteks Tembok Ratapan Solo, yang mengisyaratkan situasi politik mantan presiden dan putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, yang kini terlibat dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Tembok Ratapan Solo sebagai Simbol
Efriza, seorang pengamat dari Citra Institute, menjelaskan bahwa Tembok Ratapan Solo bukan hanya sekadar perubahan nama alamat rumah Jokowi di Sumber, Solo, Jawa Tengah.
Ia menyatakan, "Tembok Ratapan Solo merupakan bagian dari wajah kekuasaan Jokowi di publik yang semakin memudar. Bukan karena tidak lagi berkuasa tetapi lantaran kekuasaannya dulu memuat banyak borok."
Kontradiksi dalam Narasi Kesuksesan
Efriza menambahkan bahwa Tembok Ratapan Solo mencerminkan sebuah kontradiksi terhadap narasi kesuksesan yang sering dikaitkan dengan Jokowi, serta warisan yang diharapkan dapat ditinggalkannya.
Ia menyatakan, "Tembok Ratapan Solo menjadi ekspresi kontradiktif dengan narasi kesuksesan Jokowi maupun legacy yang diberikan kepada Jokowi untuk negeri ini."
Kondisi Kekuasaan Jokowi yang Terbatas
Pasca masa jabatannya sebagai Presiden ke-7 RI, Jokowi kini berada dalam posisi terbatas dalam hal kekuasaan, meskipun Gibran menjabat sebagai Wakil Presiden di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Efriza mencatat bahwa hal ini mungkin menjadi pendorong bagi Jokowi untuk berusaha keras meraih kembali kekuasaan, termasuk memberikan dukungan kepada PSI dalam Pemilu 2029 mendatang.
Tantangan bagi PSI
Namun, Efriza memperingatkan bahwa catatan buruk selama masa kepemimpinan Jokowi dari tahun 2014 hingga 2024 menambah tantangan bagi PSI untuk berfungsi sebagai kendaraan politik yang dapat mendukung ambisi Jokowi.
Ia menegaskan, "Akan tetapi, akibat dari catatan buruk Jokowi saat memerintah sejak 2014 hingga 2024, PSI juga tidak dalam keadaan yang mudah untuk menjadi kendaraan politik dalam mendongkrak ambisinya." Efriza juga menambahkan, "Apalagi jika ternyata PSI tidak mampu membangun basis politik yang mandiri."
Sumber: gelora.co (2026-02-23)
0 Komentar