PDIP Ambil Langkah Strategis Terkait Program MBG
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengeluarkan instruksi kepada kadernya untuk tidak terlibat dalam bisnis Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dianggap sebagai langkah strategis untuk menarik simpati pemilih dari kalangan oposisi Presiden Prabowo Subianto.
Surat Edaran Sebagai Langkah PDIP
Pernyataan ini merujuk pada Surat Edaran (SE) DPP PDIP yang diterbitkan pada 24 Februari 2026, yang menjelaskan sikap partai terhadap program MBG. Menurut Yusak Farchan, Founder Citra Institute, "Kalau melihat redaksi suratnya, PDIP tidak menolak program MBG. PDIP hanya melarang kader atau anggotanya berbisnis, mengkomersilkan atau mencari keuntungan dari MBG," ungkapnya kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi pada 27 Februari 2026.
Strategi Membangun Citra Positif
Yusak menambahkan bahwa melalui larangan ini, PDIP berusaha membangun citra positif dengan menunjukkan dukungan terhadap ketidaksetujuan masyarakat terhadap MBG. Dengan pendekatan ini, PDIP tampaknya berusaha untuk memposisikan diri sebagai partai yang pro rakyat.
Melalui langkah ini, Yusak percaya bahwa PDIP sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi pertarungan politik di tahun 2029 melawan Presiden Prabowo. "PDIP sedang berupaya meraih simpati publik dengan menunggangi suara-suara sumbang dari kelompok yang menolak atau mengkritik MBG," tuturnya.
Konsolidasi Politik Jelang Pemilu 2029
Yusak juga memperkirakan bahwa PDIP saat ini sedang mengkonsolidasikan kembali basis politik di akar rumput untuk menghindari kekalahan di Pemilu 2029 dari Partai Gerindra. "PDIP sedang bermanuver untuk merawat pasar pemilih dari kelompok-kelompok kritis-oposisinya Prabowo," tambahnya.
Sumber: gelora.co (2026-02-28)
0 Komentar